Mitos Makanan Berserat yang Harus Anda Ketahui


Pertanianku — Serat merupakan komponen penting yang dibutuhkan tubuh, khususnya untuk proses pencernaan. Serat mampu mencegah sembelit dan menurunkan risiko penyakit jantung. Walaupun demikian, mitos makanan berserat masih saja dipercaya banyak orang.

mitos makanan berserat
Foto: Pixabay

Menurut statistik Public Health England (PHE), kebanyakan orang Inggris tidak mendapatkan cukup serat dari makanan mereka. Rata-rata orang Inggris mengonsumsi 18 gram serat per hari, namun angka tersebut jauh di bawah asupan yang direkomendasikan, yaitu 30 gram.

Apa masalahnya karena orang sulit mengonsumsi serat?

Meskipun penting, ada banyak kesalahpahaman seputar serat, mulai dari seberapa banyak yang dibutuhkan, dari mana serat didapatkan, dan lainnya. Mitos paling umum ketika banyak sumber menyatakan bahwa biji-bijian dan kacang-kacangan merupakan penghasil serat terbaik.

Kebanyakan orang lalu berpikir untuk mengonsumsi sereal. Padahal, makan itu sering dipenuhi dengan gula yang kemudian mengurangi nilai gizi. Alternatif yang lebih sehat dibanding sereal bisa diperoleh dari gandum utuh atau kacang-kacangan dan karbohidrat kompleks seperti ubi jalar.

Kemudian, mitos tentang hanya ada satu jenis serat. Tentu saja tidak benar. Sebab, ada serat larut tersedia dalam oat, kacang-kacangan, dan lentil. Juga, serat yang tidak larut tersedia dalam gandum, biji-bijian, dan sayuran tertentu.

Kedua jenis serat itu sama pentingnya. Contohnya saja, serat larut menurunkan risiko penyakit jantung. Sementara, serat yang tidak larut dapat membantu makanan berkelana lebih mudah di saluran pencernaan. Keduanya pun memiliki peran sama penting dalam mendukung sistem pencernaan.

Biasanya, buah dan sayuran adalah makanan yang kaya akan serat. Sumber serat terbaik di antaranya brokoli, kacang polong, dan buah kiwi. Buah atau sayur yang berkulit bila dimakan dengan kulitnya juga akan menambah kandungan serat seperti mentimun dan lobak.

Baca Juga:  Makanan Ini Bisa Stabilkan Gula Darah

Masalah kekurangan serat bisa didorong dengan konsumsi makanan berserat setiap harinya. Ahli gizi Dr. Ranj Singh mengatakan, beralih dari kacang mete ke almond dapat menambahkan 1 gram asupan serat harian. Sementara, memilih anggur daripada stroberi hampir bisa melipatgandakan tingkat serat, dikutip dari Independent.