Mudah Budidaya Tanaman Kayu Manis dengan Cara Ini

Pertanianku — Kayu manis adalah salah satu bahan penyedap untuk masakan. Tak hanya itu, manfaat kayu manis juga sangat baik untuk kesehatan, misalnya dijadikan sebagai obat herbal. Namun, bagaimana cara budidaya tanaman kayu manis itu sendiri?

budidaya tanaman kayu manis
Foto: Google Image

Pemilihan lahan

Pilih lahan yang memiliki jenis tanah latosol atau tanah andosol. Tanah latosol adalah tanah yang mengandung humus, berpasir, remah, dan mudah menyerap air. Sementara, tanah andosol adalah tanah mediteran, podsolik merah kuning. Keasaman (pH) yang sesuai dengan tanaman kayu manis adalah pH 5,0—6,0 .

Bersihkan lahan dari semak dan gulma hingga ke akarnya. Cangkul minimal sedalam 20 cm sebanyak 2 kali agar tekstur tanah semakin gembur dan ratakan kembali. Jika menggunakan sistem monokultur, buat lubang agak rapat. Jika menggunakan sistem tumpang sari, buat lubang dengan jarak 3 × 3 meter atau 4 × 4 meter.

Jika pada lahan miring, setelah tanah dicangkuli, buat kontur atau teras guna mencegah erosi. Masing-masing teras memiliki jarak 1,5—2 meter. Buat ajir sebagai tanda letak tanaman kayu manis.

Buat lubang berukuran 40 × 40 × 40 cm atau 50 × 50 × 50 cm dan pisahkan tanah galian atas dan bawah serta batu atau akar yang masih tertinggal dalam galian. Biarkan lubang terbuka selama 1—2 bulan. Campurkan tanah galian bagian bawah dengan pupuk kandang sebanyak 20—30 kg per lubang. Masukkan tanah bagian bawah dahulu, kemudian tanah bagian atas setelah 1—2 bulan, menjelang musim hujan.

Penyiapan bibit

Biji yang digunakan adalah biji yang sudah disemaikan dan berumur 8—12 bulan. Cabut perlahan, jangan lupa sertakan tanah di sekitarnya agar akar tidak rusak.

Penanaman

Terdapat 2 sistem penanaman kayu manis, yakni sistem monokultur dan sistem tumpang sari. Untuk sistem monokultur, satu lahan hanya ditanami 1 jenis tanaman dengan masing-masing jarak 1,5 × 1,5 meter untuk 4.400 pohon/ha.

Baca Juga:  Kementan Bantah Kenaikan Harga Beberapa Komoditas Pangan

Sementara, untuk sistem tumpang sari, satu lahan ditanami berbagai macam tanaman seperti sayur, palawija, cengkih, kopi, dan buah. Jarak yang digunakan adalah 2 × 2 meter, 2,5 × 2,5 meter, 3 × 3 meter, 4 × 4 meter atau 5 × 5 meter. Jika yang digunakan selingan adalah tanaman sayur, buah semusim atau tanaman palawija, maka jaraknya lebih rapat dibandingkan dengan buah tahunan atau tanaman perkebunan lain.

Cara tanam

Masukkan bibit dalam lubang. Timbun dengan tanah sampai padat agar kuat jika terkena angin dan hujan. Berikan ajir dan ditanam agak miring pada bibit yang dari tunas dan kurangi daun demi mencegah penguapan dan dapat tumbuh dengan baik.

Loading...