Mudahnya Budidaya Caisim Organik

Pertanianku — Caisim tumbuh baik di ketinggian 100–500 meter dpl. Sayuran caisim mengandung provitamin A dan asam askorbat (vitamin C) sering sering digunakan untuk campuran mi, bakso, nasi goreng, dan capcay. Caisim bisa Anda budidayakan sendiri di pekarangan rumah. Hasilnya dapat dimanfaatkan untuk konsumsi pribadi atau dijual ke tetangga. Agar lebih memuaskan, Anda bisa budidaya caisim secara organik.

budidaya caisim
foto: Oleh Kembangraps – Karya sendiri, CC BY-SA 4.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=71903499

Penyemaian benih

Benih yang akan disemai perlu direndam terlebih dahulu selama 2 jam. Setelah itu, angkat dan tebarkan secara merata di atas media tanam. Media tanam yang digunakan terdiri atas kompos halus yang dicampur dengan tanah, kemudian tutup dengan jerami kering. Diamkan selama 2–3 hari hingga tunasnya muncul. Area semai harus terlindung dari sinar matahari secara langsung dan air hujan.

Persiapan lahan

Sebelum menanam bibit caisim di lahan, Anda harus menggemburkan areal tanam terlebih dahulu. Setelah itu, buat bedengan dengan lebar satu meter dan tinggi 20–25 cm, sedangkan panjang bedengan dapat disesuaikan dengan kondisi lahan.

Campurkan pupuk dasar di atas bedengan, aduk hingga merata. Pemberian pupuk sebanyak 20 ton per hektare. Pupuk yang digunakan adalah kotoran ayam atau kompos yang telah matang. Biarkan lahan selama 2–3 hari.

Penanaman

Ambil bibit yang sudah memiliki 3–4 helai daun, kemudian tanam di atas bedengan dengan jarak tanam 10×15 cm. Siram bibit dengan air untuk mempertahankan kelembapan.

Perawatan

Pada musim kemarau penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore. Namun, apabila matahari tidak terlalu terik bersinar, cukup dilakukan pada sore atau pagi hari saja. Anda perlu melakukan penjarangan dan penyulaman pada bibit yang mati atau tumbuh tidak wajar.

Selanjutnya, lakukan penyiangan sebanyak 2–4 kali selama masa pertanaman caisim. Penyiangan dilakukan sesuai dengan kondisi keberadaan gulma.

Baca Juga:  Cara Membuat Pestisida Alami dari Tanaman Sirsak untuk Mengusir Hama Serangga

Caisim termasuk tanaman sayur yang rentan diserang oleh hama seperti ulat dan cacing bulu, bercak daun, busuk basah, penyakit embun tepung, penyakit rebah semai, busuk daun, busuk akar, dan virus mosaik. Serangan hama yang sudah berada di atas ambang batas bisa ditangani dengan pestisida nabati dari kipait dan gadung yang dicampur dengan putih telur atau sabun colek.

Pestisida nabati hanya bisa mengusir hama sementara. Penanganan hama untuk jangka panjang dapat dilakukan dengan penyiraman teratur agar telur kutu bisa hanyut oleh air. Pencegahan serangan hama lainnya yang perlu Anda lakukan adalah membuat tanaman sehat. Tanaman akan sehat bila tidak kekurangan makanan.

Panen

Caisim bisa dipanen setelah 20 hari bibit dipindahkan dari tempat penyemaian atau 40 hari dari awal. Dalam sekali panen, budidaya caisim organik bisa menghasilkan 20 ton per hektare. Caisim dipanen dengan cara dicabut.