Mudahnya Budidaya Daun Katuk Sendiri


Pertanianku – Katuk (Sauropus androgunus L. Merr) merupakan sayuran yang tumbuh subur di Indonesia. Sekilas tanaman sayur ini menyerupai tanaman perdu dengan semak yang bisa mencapai tinggi 2,5—5 m. Sayuran ini banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Selain itu, daun katuk sangat baik dikonsumsi oleh ibu menyusui karena dapat meningkatkan produksi ASI.

Mudahnya Budidaya Daun Katuk Sendiri

Selain itu, budidaya daun katuk sangat mudah dilakukan. Bahkan, seorang diri. Meski mudah, budidaya daun katuk belum banyak dilakukan.

Untuk budidaya daun katuk diperlukan lahan yang optimal. Suhu berkisar antara 21—32 derajat Celsius, kelembapan 50—80%, serta pH tanah antara 5,5—6,5. Namun, pada dasarnya tanaman katuk sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan tanam apa pun, baik di dataran rendah maupun tinggi. Selain itu, katuk juga dapat tumbuh baik di lahan yang terpayungi/tidak terjangkau sinar matahari sehingga bisa ditanam di pekarangan rumah. Berikut tata cara budidaya daun katuk untuk Anda.

Persiapan lahan

Untuk memulai budidaya daun katuk, tahap awal yang perlu dipersiapkan adalah lahan tanam. Siapkan lahan dengan cara menaburi tanah yang akan digarap dengan kompos/pupuk kandang dengan dosis 20 ton/hektare dengan rentang waktu 1—2 minggu sebelumnya dibajak atau dicangkul agar gembur. Selanjutnya, buat bedengan lebar 100—120 cm, tinggi 30 cm, jarak antarpetakan 30—40 cm, dan panjang petakan tidak lebih dari 12 m, atau disesuaikan dengan luas lahan tanam. Buat lubang tanam dengan jarak 20 cm × 20 cm sedalam 30 cm baik secara berjajar atau berbaris.

Penanaman dan pemeliharaan

Pada dasarnya budidaya daun katuk sangat mudah dilakukan hanya dengan melakukan stek batang/cabang. Jadi, batang/cabang yang akan dijadikan bibit dipilih yang fisiknya bagus dengan kondisi tanpa cacat atau berpenyakit. Potong batang/cabang 20 cm kemudian tancapkan pada lahan tanam dengan posisi tegak lurus sedalam 10—15 cm. Siram secara berkala dengan waktu penyiraman pagi dan sore hari.

Baca Juga:  Neraca Perdagangan Sektor Pertanian Tumbuh Hingga 70 Persen

Pemupukan dapat diberikan urea dengan dosis 200 kg/hektare dicampur dengan KCl 50 kg/hektare. Setelah tanaman mulai bersemi dan tumbuh banyak daun, lakukan penyiraman seminggu 2 kali. Jangan lupa lakukan penyiangan saat usia tanam sudah menginjak 15 hari. Setelah itu, penyiangan bisa dilakukan sebulan sekali. Perhatikan kondisi tanaman dan jauhkan dari hama dan penyakit yang menyerang tanaman katuk. Gunakan pestisida yang tepat saat terkena serangan hama dan penyakit.

Pemanenan

Katuk biasanya sudah mulai bisa dipanen saat sudah mencapai 3—3,5 bulan pascatanam atau saat mencapai ketinggian 70 cm. Cara memanennya cukup dengan memangkas cabang atau pucuk sepanjang 10—15 cm dengan pisau tajam. Selanjutnya panen bisa dilakukan sebulan sekali.

Cukup mudah bukan untuk membudidayakannya. Jika Anda berminat, cobalah sendiri menanamnya. Selamat mencoba!

loading...
loading...