Museum Bahari Punya Fakta yang Menarik


    Pertanianku — Tahukah Anda? Ada fakta menarik yang tersembunyi di Museum Bahari, Jakarta Utara, yang terbakar pada Selasa (16/1/2018). Kebakaran Museum Bahari ini diduga akibat konsleting listrik. Museum ini sarat akan sejarah kemaritiman Nusantara, mulai era tradisional hingga modern dari berbagai suku di Indonesia.

    Museum Bahari
    Foto: Google Image

    Tak hanya soal koleksinya yang istimewa, museum ini juga punya perjalanan sejarah yang menakjubkan. Bangunan dan menaranya menjadi saksi kejayaan VOC yang memperdagangkan kekayaan alam Nusantara pada masanya.

    Selain itu, terdapat pula fakta-fakta luar biasa yang menjadi bukti keistimewaan museum ini. Dikutip dari Kompas, Kamis (18/1/2017), berikut ini beberapa fakta tentang Museum Bahari.

    1. Tempat penyimpanan harta berharga VOC

    Saat masa jayanya, yaitu abad ke-17, VOC menyimpan banyak kekayaan Nusantara di gudang ini (sekarang Museum Bahari). VOC yang merupakan persekutuan dagang Belanda menyimpan, memilah, menjemur, dan mengepak stok-stok rempah seperti kopi, teh, dan cengkih di gudang ini.

    Tak hanya itu, di bagian gudang sebelah barat juga kerap digunakan sebagai tempat penyimpanan sejumlah komoditas berharga yang dijual di Nusantara. Mulai dari tembaga, timah, hingga tekstil milik VOC.

    1. Sempat digunakan sebagai gudang logistik dan senjata

    Semasa pendudukan Jepang, gudang VOC ini dialihfungsikan sebagai tempat menyimpan logistik tentara Jepang. Termasuk persenjataan dan bahan pangan.

    1. Koleksi maritim terlengkap

    Tercatat ada 850 koleksi maritim yang berharga di museum ini. Terdiri atas perahu zaman nenek moyang hingga kapal modern dari TNI angkatan laut. Di museum ini, tak hanya ada koleksi perahu yang berjumlah ratusan, tapi juga berbagai hal yang berkaitan dengan kemaritiman. Misalnya, alat navigasi dari zaman Belanda, peralatan senjata kapal, replika dan benda asli kapal laut dari Nusantara.

    Baca Juga:  Makanan Bergizi yang Berubah Menjadi Racun, Apa Saja?

    Ada pula diorama peristiwa bahari dan pameran temporer yang rutin diadakan di lantai dua gedung bahari.

    1. Bangunan tertua peninggalan VOC

    Museum Bahari merupakan bangunan tertua di Jakarta yang masih bertahan sampai saat ini. Gedung ini dibangun tiga kali secara bertahap oleh Belanda dari 1652—1771. Dulu, Museum Bahari dijadikan gudang rempah-rempah oleh Kongsi Dagang atau Perusahaan Hindia Timur Belanda, VOC.

    1. Beberapa bagian masih asli buatan VOC

    Museum ini menjadi salah satu bangunan tertua yang masih tetap berdiri tegak tanpa banyak perubahan. Maka, tak heran jika bangunan ini memiliki dinding yang sangat tebal dan tiang penyangga dari kayu yang kokoh.

    Bahkan, sebagian besar komponennya dinyatakan masih asli buatan VOC oleh pihak museum. Di antaranya Menara Syahbandar, bangunan gudang rempahnya, hingga lantai batu di beberapa bagian museum.

    1. Pernah terbakar sebelumnya

    Kepala UPT Museum Kebaharian, Husnison Nizar, mengungkapkan bahwa sejak dibangun pada 1977, pernah ada beberapa kebakaran kecil, tapi bisa dipadamkan.

    “Sejak dibangun tanggal 7 bulan 7 1977. Pernah ada beberapa kebakaran kecil, tapi bisa kita padamkan,” tutur Husnizon.

    1. Baru saja direnovasi sebelum terbakar

    Kepala Museum Bahari Husnison Nizar mengakui bahwa museum tersebut baru saja selesai proses renovasi pada 30 November 2017 silam.

    “Renovasi dilakukan tahun 2017 dan 30 November sudah selesai dipugar. Tapi itu hanya bangunan fisik seperti ganti komponen kayu, kaso yang rapuh, cat gedung, dan belum termasuk instalasi listrik,” jelas Husnizon.

    Renovasi yang menghabiskan dana Rp7 miliar itu telah memugar beberapa bangunan fisiknya. Selain itu, proses renovasi juga menyentuh bangunan Gedung C Museum Bahari yang ludes terbakar.

    loading...
    loading...