Musim Kemarau Sebabkan Harga Sayuran Naik

Pertanianku — Salah satu hal yang dikhawatirkan saat musim kemarau tiba ialah harga sayuran naik di pasaran. Seperti yang terjadi di pasar tradisional Cirebon, musim kemarau telah memicu kenaikan harga sejumlah sayuran. Tak hanya itu, suhu udara panas dan keterbatasan air akibat musim kemarau ini juga telah membuat kualitas sayuran menurun.

harga sayuran naik
Foto: Shutterstock

Di pasar tersebut, kenaikan harga di antaranya terjadi pada kacang panjang dari yang sebelumnya di kisaran Rp7 ribu—Rp8 ribu per kilogram (kg) kini menjadi Rp20 ribu per kg. Selain itu, kenaikan harga juga terjadi pada kentang, dari yang semula harga paling tinggi Rp10 ribu per kg kini menjadi Rp14 ribu per kg, labu siyam dari yang semula di kisaran Rp4 ribu—Rp5 ribu per kg kini menjadi Rp10 ribu per kg.

“Kangkung juga sama, harganya ikut naik,” terang seorang penjual sayur, Ilah, seperti dikutip Republika, Minggu (23/6).

Loading...

Khusus untuk kangkung, Ilah terpaksa mengurangi isi kangkung dalam setiap ikatannya sehingga bisa tetap menjualnya dengan harga yang sama, yaitu Rp1.000 per ikat. Padahal, biasanya dengan harga Rp1.000, konsumen bisa memperoleh kangkung dengan isi yang lebih banyak di setiap ikatannya.

Ilah menambahkan, kenaikan harga juga terjadi pada cabai merah. Semula, harga cabai merah hanya di kisaran Rp25 ribu per kg. Namun, harga cabai merah, kemudian naik menjadi Rp35 ribu per kg dan dalam waktu singkat kini harganya sudah mencapai Rp45 ribu per kg.

Ilah mengatakan, naiknya harga sayuran di musim kemarau itu dikarenakan petani harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk menyiram tanamannya. Sebab, di saat musim kemarau seperti sekarang, pasokan air menjadi terbatas.

Baca Juga:  Tongkol Jagung Sumut Diminati Pasar Jepang

“Meski harganya naik, kualitas sayuran sekarang ini justru malah turun,” terang Ilah.

Menurut Ilah, keterbatasan air juga akhirnya membuat sayuran menjadi layu. Bahkan, ada pula petani yang memanen sayurannya lebih cepat dari waktunya untuk menghindari tanaman mati akibat kekeringan. Hal senada diungkapkan pedagang sayur lainnya, yakni Dedi. Dia menyebutkan, pelanggannya banyak yang mengeluh karena rasa cabai yang dijualnya kurang pedas.

“Ya gimana mau pedas, cabai masih muda sudah dipanen, untuk menghindari kekeringan,” ujar Dedi.

Tak hanya itu, lanjut Dedi, pelanggannya juga mengeluh karena harga sejumlah komoditas sayuran naik. Namun, dia tidak bisa berbuat apa-apa karena kenaikan harga itu sudah terjadi dari pedagang di pasar induknya.

Loading...
Loading...