Musim Libur Natal 2017, Pasar Kramat Jati Sepi Pembeli


    Pertanianku — Para pedagang Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur mengeluh, pembeli sepi pada musim libur panjang Natal 2017. Hal ini disebabkan banyak masyarakat yang berlibur ke luar kota Jakarta dan ada juga yang pulang kampung pada masa libur tersebut. Sehingga, tidak ada yang membeli bahan-bahan pokok di pasar tradisional itu.

    musim libur natal 2017
    Google Image

    Kejadian seperti ini dialami seorang pedagang cabai yang mengaku kiosnya sepi pembeli selama musim libur Natal 2017. Ia mengaku, biasanya cabai miliknya habis terjual sebelum hari menjelang siang. Akan tetapi, pada musim libur Natal 2017 ini, dia harus menunggu hingga sore agar cabainya habis terjual.

    “Libur panjang itu kadang-kadang libur panjang bikin sepi pasar, kadang-kadang bikin ramai pasar. Karena ya semua kantin-kantin tutup, rumah makan juga tutup, itu bikin kurang,” ujar pedagang cabai itu seperti dikutip dari Kompas, Selasa (26/12).

    Hal yang sama, dialami Eva, pedagang berbagai sayuran yang juga mengaku sepi pembeli. Bahkan, kata dia, jumlah pembeli turun hingga 50 persen karena libur panjang Natal 2017.

    “Pengaruhnya, kurang lebih 50 persen.  Jarang orang beli, ada yang pulang ke kampung halaman, pada jalan-jalan. Tukang gorengan dan nasi goreng yang biasanya buka juga pada libur,” tutur dia.

    Namun demikian, Eva mengatakan bahwa harga-harga bahan pokok relatif stabil walaupun menurutnya ada kenaikan namun tidak terlalu tinggi harganya. Misalnya, pada bawang merah yang stabil dengan harga Rp18.000 per kilogram, begitu pula dengan harga bawang putih yang juga stabil di kisaran Rp22.000 per kilogram.

    “Ya ada yang naik dan turun, stabil bisa dibilang, tetapi kalau ada libur pasti naik tetapi enggak tinggi,” ungkapnya.

    Baca Juga:  Museum Bahari Punya Fakta yang Menarik
    loading...
    loading...