Nasib Bilby, Kelinci Paskah dari Australia yang Hampir Punah

Pertanianku — Selain koala dan kanguru, bilby juga merupakan binatang khas Australia. Mereka sebenarnya hewan marsupial, tapi memiliki telinga panjang mirip kelinci. Namun, tahukah Anda, nasib bilby saat ini berada pada kondisi krisis, yakni hampir punah.

nasib bilby
Foto: Pixabay

Melansir National Geographic, Kamis (18/4/2019), bilby (Macrotis lagotis) tinggal di gurun dan pernah menempati lebih dari 80 persen kawasan Benua Australia. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, jumlahnya menurun drastis. Hal ini terutama karena bilby kehilangan habitat dan habis dimangsa kucing, rubah, dan spesies introduksi lain.

Saat ini, mereka hanya ditemukan di beberapa daerah terpencil seperti Australia Barat, Queensland, dan wilayah Utara. Itulah mengapa, Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam dan Pemerintah Australia menganggap hewan ini rentan punah.

Kelompok konservasi Australia seperti Foundation for Rabbit-Free Australia dan Save the Bilby Fund telah mendorong kesadaran publik akan spesies tersebut dengan mempromosikan bilby sebagai alternatif dari kelinci paskah, misalnya lewat produksi cokelat bilby. Meski program ini menunjukkan keberhasilan, para konservasionis berpendapat perlu adanya peningkatan keamanan untuk habitat bilby.

Menurut Stuart Dawson, seorang ahli zoologi dan rekan penelitian di Universitas Murdoch di Australia Barat, hal ini demi kelangsungan populasi bilby di masa depan. Dalam laporan yang terbit di jurnal Zoology edisi Maret, Dawson berpendapat jika populasi bilby terus menurun,  akan membahayakan kelangsungan hidup sejumlah spesies yang berlindung di liang rumah mereka.

Sebagai informasi, pada liang rumah bilby yang berupa lubang kecil dalam dan berliku juga melindungi 45 spesies berbeda, termasuk kadal monitor berbintik kuning dan ular cokelat raja yang sangat beracun.

Bilby hidup di daerah ekstrem di mana suhunya bisa mencapai 40 derajat Celsius dan kebakaran hutan kerap terjadi. Mereka berlindung dengan cara menghabiskan lebih banyak waktu bersembunyi di liang yang kedalamannya lebih dari dua meter.

Baca Juga:  Racun Laba-laba Mematikan Penyelamat Nyawa Penderita Stroke

“Mereka membangun liang di lanskap datar. Pada akhirnya bilby menjadikan rumahnya sebagai oasis untuk satwa liar lain,” ujar Dawson.

Hal ini diketahui setelah pada 2014 Dawson memasang kamera gerak di luar 127 liang di wilayah Australia Barat. Dengan cara ini, ia dapat memantau hewan apa saja yang keluar masuk liang. Dua tahun kemudian, kameranya telah memotret ratusan burung, reptil, dan mamalia yang mencari makan di sekitar liang. Ia juga curiga bahwa liang itu digunakan beberapa spesies untuk bersembunyi dari pemangsa.

“Bukti ini menyoroti fakta bahwa jika habitat kecil yang dibuat kelinci hilang, maka spesies lain dalam ekosistem akan lebih rentan pada predator, suhu ekstrem, dan hal kuat lain,” imbuh Brendan Wintle, profesor ekologi konservasi di Universitas Melbourne yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Walau berukuran kecil, kelinci paskah ini mampu menggali beberapa lubang dalam sehari dan membuat ekosistem yang lebih ramah. “Jika kita bisa menyelamatkan bilby, kita juga akan menyelamatkan banyak spesies lain. Australia memiliki catatan kepunahan mengerikan dan saya bertekad tidak akan membiarkan bilby bergabung dalam daftar panjang itu,” ujar Kevin Bradley, CEO Save the Bilby Fund.

Loading...