Nelayan Diimbau Gunakan Alat Menjaring Ikan Ramah Lingkungan


Pertanianku – Makin banyaknya nelayan luar kota yang bermigrasi ke Karawang, ternyata disambut baik oleh para nelayan di wilayah Karawang, Jawa Barat.

Menurut pengurus DPC HNSI Kabupaten Karawang, pihanya tidak melarang para nelayan dari luar kota, tapi dengan catatan, yakni harus memiliki surat izin resmi serta menggunakan alat tangkap ramah lingkungan.

Foto: pixabay

Wakil Ketua DPC HNSI Kabupaten Karawang, Sahari, mengatakan, jumlah nelayan dari luar Karawang mencapai ratusan jiwa. Mereka datang dari Indramayu, Brebes, Tegal, dan Gebang. Saat ini, nelayan pendatang tersebut tersebar di sejumlah kecamatan pesisir seperti Pakisjaya dan Cilamaya.

“Siapa saja boleh bermigrasi ke Karawang. Asalkan, mereka ikuti aturan yang berlaku,” terang Sahari, seperti dilansir dari Republika (24/8).

Menurutnya, para nelayan tersebut menangkap ikan dengan berbagai alat. Salah satunya, menggunakan alat tangkap jenis pursesaine. Para nelayan yang melaut biasanya tak hanya menangkap ikan, tetapi juga udang dan rajungan dengan menggunakan bubu.

Sahari mangatakan bahwa, saat ini harga ikan sedang mahal. Harga ikan yang berlaku, tergantung kebijakan di tempat pelelangan ikan (TPI) masing-masing. Sementara, harga rajungan, yang kondisinya mentah mencapai Rp70.000 per kilogram (kg). Adapun rajungan dengan kondisi sudah matang harganya Rp100.000 per kg.

Lainnya halnya dengan Herman Suherman, nelayan asal Desa Muara, Kecamatan Cilamaya Wetan, yang mengatakan, migrasi antar nelayan sudah biasa. Jadi, tak ada masalah. Asalkan, sesama nelayan bisa saling menghargai dan menghormati. Serta, tidak menimbulkan masalah yang berbenturan dengan hukum.

“Kami juga dari Karawang, biasa migrasi ke luar daerah. Sampai Sumatera dan Kalimantan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Provinsi Lampung Menargetkan Produksi Gabah Lampung 4,6 Juta Ton
loading...
loading...