Neraca Dagang Pertanian RI ke Jepang Meningkat

Pertanianku — Kementerian Pertanian (Kementan) telah menjalankan program dan kebijakan on the right track selama empat tahun. Program dan kebijakan tersebut berhasil meningkatkan produksi dalam negeri secara signifikan. Lebih dari itu, hasil yang dicapai berada pada titik membanggakan sehingga neraca dagang RI ke luar negeri pun ikut meningkat.

neraca dagang RI
Foto: Pixabay

“Upaya dan kerja keras ini mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri secara baik serta mendorong ekspor produk pertanian Indonesia ke berbagai negara, termasuk ke Jepang,” ujar Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Pertanian, Ketut Kariyasa, seperti dikutip dari Republika, Rabu (26/6).

Secara keseluruhan nilai ekspor ke Jepang selama periode 2014—2018 meningkat tajam, yakni 24,58 persen sampai dengan 24,27 persen. Total barang yang dikirim sebanyak 744,3 ribu ton atau Rp12,99 triliun.

Loading...

“Jumlah tersebut meningkat tajam pada tahun 2014 menjadi 1,01 juta ton atau Rp16,14 triliun di tahun 2018,” katanya.

Menurut Kariyasa, peningkatan ini juga diikuti dengan rangkaian hasil positif surplus neraca perdagangan produk pertanian Indonesia ke Jepang. Pasalnya, selama 2014—2018, produksi pertanian Indonesia dalam volume 24,98 persen kian meningkat dari 736,6 ribu ton menjadi 994,3 ribu ton.

“Jika dirupiahkan, nilainya meningkat 23,84 persen dari Rp12,82 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp15,88 triliun pada tahun 2018,” paparnya.

Peningkatan ekspor dan suplus neraca perdagangan produk pertanian Indonesia tidak hanya terjadi pada negara-negera ASEAN. Hal ini juga terjadi pada Eropa seperti Belanda, Spanyol, Italia, Irlandia, Belgia, Finlandia, Luksemburg, Swedia, Denmark, Prancis, dan Yunani.

Sebagai contoh, dalam empat tahun terakhir, volume ekspor dan surplus neraca perdagangan produk pertanian Indonesia ke Belanda meningkat masing-masing 1,84 persen per tahun dan 1,68 persen per tahun.

Baca Juga:  Ini Dia Strategi untuk Genjot Ekspor Produk Perkebunan

Meski demikian, ke depan pihaknya akan terus mendorong peningkatan ekspor produk pertanian melalui berbagai kebijakan dan program terobosan seperti kemudahan proses eskpor, perbaikan sistem layanan karantina, dan membangun kawasan pertanian berbasis keunggulan komparatif dan kompetitif.

“Kemudian kita juga melakukan diplomasi untuk memperluas jenis komoditas dan tujuan pasar ekspor ke negara-negara baru,” pungkasnya.

Loading...
Loading...