Nilai Gizi dan Manfaat Lain dari Jamur


Pertanianku – Popularitas jamur tidak terlalu ditekankan berdasarkan kandungan gizinya, tetapi terutama karena rasanya yang eksotik, baik secara manunggal ataupun dalam kombinasi dengan bahan makanan lain. Selain itu, juga diketahui bahwa jamur mengandung banyak nutrisi yang penting artinya bagi gizi manusia. Kandungan proteinnya lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan protein pada tumbuh-tumbuhan secara umum. Walaupun tidak setinggi protein hewani seperti ikan atau telur, tetapi kandungannya hampir sebanding dengan protein susu, jagung, atau kacang-kacangan dan lebih tinggi dari protein sayuran daun, sayuran berumbi (wortel), dan buah-buahan.

Nilai Gizi dan Manfaat Lain dari Jamur

Selain protein, jamur mengandung bermacam-macam vitamin. Walaupun tidak mengandung vitamin A, tetapi kandungan riboflavin, tiamin, dan asam nikotinnya cukup tinggi. Demikian jugakandungan kalsium dan fosfornya tinggi, sedangkan kalori dan kolesterolnya rendah sehingga sering kali jamur dikatakan sebagai makanan pelangsing.

Yang lebih penting lagi, jamur merupakan jawaban yang dapat dipertanggungjawabkan bagi masyarakat kekurangan gizi di negara yang sedang berkembang seperti Asia dan Afrika. Kandungan protein yang cukup tinggi dari jamur dibandingkan sayuran hijau atau umbi-umbian lebih memungkinkan sebagai penambah protein bagi orang-orang yang kekurangan protein.

Selain nilai gizinya yang cukup tinggi, beberapa jamur mempunyai khasiat sebagai obat-obatan. Di beberapa daerah di negara kita atau pun di luar negeri terdapat beberapa jenis jamur yang digunakan sebagai obat. Sebagai contoh, spesies Polyporus tertentu digunakan sebagai obat cacing, Auricularia (jamur kuping) di Inggris digunakan sebagai obat sakit tenggorokan (sore throat), dan Calvatia spp. digunakan sebagai obat penghenti pendarahan luka. Hasil penelitian dari US-National Institute of Health and US Cancer Institute menyebutkan bahwa beberapa spesies Calvatia (the puffballs) mengandung senyawa yang dapat digunakan untuk melawan virus kanker. Di Eropa, sisa-sisa jamur yang tidak digunakan sebagai makanan manusia masih digunakan sebagai makan ternak. Selain itu, beberapa jamur pun dapat dibuat sebagai bahan kerajinan tangan seperti topi, sandal, dan bunga buatan. Dengan demikian, manfaat jamur tersebut sangat bervariasi.

Baca Juga:  Luar Biasa! Ekspor Kopi Indonesia ke Korsel Meningkat Hingga 53 Persen

 

Sumber: Buku Budidaya Jamur Merang

loading...
loading...