Nutrisi Tanaman yang Dibutuhkan Saat Bertanam Secara Hidroponik

Pertanianku— Tanaman yang ditanam secara hidroponik harus diberikan nutrisi secara rutin agar kebutuhan nutrisinya bisa terpenuhi. Tanaman yang tidak mendapatkan cukup nutrisi akan sulit tumbuh sehingga sosoknya tetap terlihat kerdil. Nutrisi tanaman yang dibutuhkan untuk model bertanam secara hidroponik hampir sama dengan sistem bertanam konvensional.

nutrisi tanaman
foto: pertanianku

Pada umumnya tanaman membutuhkan nutrisi karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), nitrogen (N), fosfor (P), dan sulfur (S). Kebutuhan nutrisi tersebut harus dipenuhi meskipun Anda menerapkan sistem bertanam hidroponik.

Nutrisi untuk tanaman yang ditanam secara konvensional tersedia di dalam media tanam, seperti tanah, pupuk organik, dan pupuk buatan. Sementara itu, tanaman yang ditanam secara hidroponik sangat mengandalkan pemberian nutrisi yang diberikan oleh manusia.

Jika Anda berpikir akan sulit menyediakan nutrisi bagi sayuran yang ditanam secara hidroponik, Anda salah. Setelah berkembangnya tren urban farming di perkotaan, pehobi bisa dengan mudah mendapatkan pupuk penyedia nutrisi.

Nutrisi untuk instalasi hidroponik berbentuk air karena pemberiannya dilakukan melalui cairan. Saat ini sudah banyak pupuk khusus untuk hidroponik. Ada pupuk yang dijual dalam pekatan atau serbuk. Meskipun bentuknya berbeda, total komposisi akhir yang diberikan pasti akan sama.

Anda bebas memilih produk pupuk mana saja, yang penting sesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan jenis tanaman. Selain itu, jangan lupa untuk memberikan pupuk tersebut secara rutin agar nutrisi sayuran tercukupi. Apalagi, pada instalasi hidroponik, tanaman tidak dapat mencari nutrisi sendiri sehingga tidak melakukan pemberian nutrisi sama saja mengundang kematian bagi tanaman yang Anda tanam.

Bahan kimia nutrisi makro yang dibutuhkan antara lain kalium nitrat, kalsium nitrat, kalium fosfat, dan magnesium sulfat. Sementara itu, nutrisi mikro yang dibutuhkan adalah zat besi, mangan, tembaga, seng, boron, klorin, dan nikel.

Baca Juga:  Tanda-tanda Tanaman Melon Kekurangan Unsur Hara

Agar kandungan Fe (zat besi) larut di dalam air, Anda bisa menambahkan agen pengkelat. Selain itu, tambahkan asam humat untuk meningkatkan tingkat serapan hara pada tanaman.