Olahan Pasta dari Jangkrik dan Belalang


Pertanianku – Teknologi di bidang pengolahan pangan yang makin berkembang, membuat bahan makanan yang sebelumnya tidak mungkin dikonsumsi menjadi lazim dikonsumsi. Jangkrik dan belalang salah satunya. Menurut penelitian,jangkrik memiliki kandungan protein yang tinggi, seperti protein omega 9, omega 6, dan omega 3. Selain protein, jangkrik juga memiliki kandungan asam amino dan asam lemak esensial.

Stephanie pasta jangkrik (afp)

Kandungan protein pada jangkrik bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia, seperti sebagai antioksidan, menjaga elastisitas persendian tulang, kornea mata, dan sel kulit serta menghambat penuaan dan penyakit katarak.

Masyarakat Indonesia membudidayakan jangkrik sebagai pakan burung kicau dan ikan hias. Ada dua varietas jangkrik yang dibudidayakan, yaitu Gryllus Mitratus dan Gryllus testaclus.  Pengolahan jangkrik sebagai sumber bahan pangan alternatif belum begitu populer. Namun, masyarakat Indonesia sudah mulai mengembangkan pangan alternatif ini. Jangkrik diolah menjadi peyek, rendang, sambal balado, dan lainnya. Adapun masyarakat Gunung Kidul kerap menjadikan belalang sebagai camilan bahkan lauk sebagai teman nasi.

Di Prancis,  seperti dikutip dari CNN Travel (24/02), jangkrik dan belalang diolah menjadi pasta. Adalah Stephanie Richard dari Prancis yang membuat pasta dari kedua serangga tersebut. Pada 2012 Stephanie memulai usahanya pertama kali membuat pasta dari jangkrik dan belalang. Saat ini produksi pasta yang dihasilkan 400kg per minggu. Jenis pastanya pun beragam, seperti fusili, penne, dan spaghetti. Dengan kemasan menarik, produk pasta buatan Stephanie ini laris manis. Satu kemasan seberat 250 gram dijual 6,6 Euro atau setara Rp97 ribu.

Baca Juga:  AS Punya Apel Hasil Rekayasa Genetik
loading...
loading...