One Village One Variety, Konsep Program 1.000 Kampung Hortikultura

Pertanianku — Kementerian Pertanian sedang berupaya menjalankan program 1.000 kampung hortikultura. Upaya ini dilakukan Kementan untuk mengonsolidasi lahan dalam satu kawasan kesatuan administratif, yaitu kampung atau desa. Kampung hortikultura akan dibangun di satu wilayah administratif desa dengan luasan 5—10 hektare. Luasan lahan tersebut bergantung pada jenis komoditas yang dikembangkan.

kampung hortikultura
foto: Pertanianku

Pengembangan kampung hortikultura akan mengusung konsep one village one variety (OVOV). Jenis komoditas yang dipilih harus disesuaikan dengan agroekosistem dan permintaan pasar agar program ini beralan dengan baik.

Rencananya dari 1.000 kampung hortikultura yang akan didirikan, terdapat 56 kampung pisang, 47 kampung mangga, 61 kampung manggis, 75 kampung durian, 167 kampung durian, 72 kampung alpukat, 2 kampung buah naga, 200 kampung bawang merah, 15 kampung sayuran daun, 50 kampung tanaman obat, 45 kampung jeruk, 4 kampung bawang bombai, 25 kampung kentang, 68 kampung bawang putih, 30 kampung cabai rawit, 200 kampung cabai besar, dan 15 kampung sayuran daun.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto menjelaskan bahwa program kampung hortikultura akan disosialisasikan di Kostratani dan ditampilkan di Agriculture War Room (AWR).

“Pengembangan kampung hortikultura ini akan kita sosialisasikan di Kostratani dan ditampilkan di Agriculture War Room Kementan. Kita umumkan bahwa di desa ini terdapat kampung buah atau sayuran tertentu. Kalau kita mau memajukan hortikultura, maka kita harus menggunakan konsep ini,” tegas Prihasto Setyanto seperti dikutip dari laman hortikulutura.pertanian.go.id.

Konsep yang sudah dirancang harus dilaksanakan secara menyeluruh hingga menyentuh titik-titik kampung. Konsep juga harus diaplikasikan pada budidaya yang dilakukan dalam skala rumah tangga, tetapi tetap memerhatikan kebutuhan lahan minimal 5 hektare untuk kampung tanaman obat dan 10 hektare untuk kampung sayur serta buah.

Baca Juga:  Balitbangtan Akan Punya Bengkel Alsintan Berjalan

“Kita tetap kembangkan melalui CPCL yang sesuai usulan dari Dinas Pertanian setempat, baik dalam bentuk hamparan ataupun petani yang tidak memiliki lahan yang luas. Misalnya, petani yang hanya punya 100 m2, 200 m2 namun berada dalam satu kampung sehingga kalau dihimpun dan dikonsolidasikan menjadi berskala luas minimal 5 hektare untuk sayuran dan 100 hektare untuk buah. Yang terpenting tujuannya adalah peningkatan kesejahteraan petani,” jelas Prihasto.

Kawasan kampung hortikultura akan diberikan bantuan fasilitas secara terintegrasi, mulai dari aspek hulu hingga hilir. Bantuan yang diberikan antara lain benih bermutu, saprodi (pupuk oganik, pupuk anorganik, kapur pertanian, mulsa plastik, dan lain-lain), pengendali OPT, sarana pascapanen, dan sarana pengolahan.