Padang Akan Impor Cabai dari Thailand


Pertanianku – Harga cabai di Padang, Sumatera Barat, hingga saat ini sangat tinggi. Untuk menekan harga cabai tersebut, pemerintah Kota Padang berencana membuka keran impor cabai dari Thailand. Pasalnya, hingga saat ini di beberapa pasar tradisional di Kota Padang, harga cabai mencapai Rp80.000 kg per kg dari harga normalnya yang hanya sekitar Rp40.000 per kg.

Padang Akan Impor Cabai dari Thailand

“Karena produksi di Tanah Air saat ini bermasalah mau tidak mau harus didatangkan dari luar, salah satunya dari Thailand yang masuk lewat Dumai,” ucap Wali Kota Padang, Mahyeldi sebagaimana dikutip Kompas.com (7/11).

Menurut Mahyeldi, hal ini dilakukan untuk menutupi kekurangan stok cabai agar harga lebih terkendali karena kebutuhan masyarakat tidak dapat dikurangi.

Sementara itu, untuk jangka panjang, pihaknya akan memberikan dukungan kepada daerah produsen cabai di Sumbar agar terjadi peningkatan produksi.

Mahyeldi mengatakan, kenaikan harga cabai hingga 100% merupakan kejadian berulang setiap tahun. Oleh karena itu, perlu langkah konkret yang dilakukan semua pihak termasuk jajaran Kementerian Pertanian.

Selain itu, Pemkot telah memerintahkan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) menanam cabai di rumah minimal 10 batang. Dengan demikian, tiga bulan ke depan akan panen untuk kebutuhan sendiri.

Sebelumnya, berdasarkan hasil survei Pusat Kajian Sosial Budaya dan Ekonomi (PKSBE) Universitas Negeri Padang (UNP) Padang, menghitung kebutuhan cabai warga Padang mencapai 36,91 ton per hari.

“Dari 36,91 ton tersebut sebanyak 22,5 ton dipasok dari Pulau Jawa dan sisanya berasal dari hasil produksi petani lokal,” ucap Peneliti PKSBE Universitas Negeri Padang, Johan Marta.

Johan mengungkapkan, berdasarkan temuan survei preferensi dan perilaku konsumen terhadap permintaan cabai merah, pasokan cabai tersebut diangkut menggunakan lima truk ke Padang setiap hari.

Baca Juga:  Kementan Kembalikan Kejayaan Kelapa Tanah Air

Menurut Johan, jika pasokan melalui jalur darat terkendala sehingga terlambat tiba di Padang, pedagang menyiasati dengan mengirim menggunakan pesawat udara.

“Oleh sebab itu pergerakan harga cabai di Padang sangat ditentukan oleh tingkat harga di Pulau Jawa serta kelancaran proses pengiriman, ” lanjut Johan.

Menurutnya hal ini karena tingginya konsumsi cabai di daerah tersebut, yang membuat komoditas ini menjadi salah satu komponen utama yang memengaruhi angka inflasi di Sumbar jika stok di pasar berkurang atau menghilang. Berdasarkan survei, ditemukan 90% masyarakat memandang cabai sebagai salah satu bumbu masak utama yang penting dan harus tersedia.

loading...
loading...