Padat Penebaran Benih Patin


Pertanianku – Padat penebaran benih merupakan banyaknya jumlah ikan yang ditebarkan per satuan luas atau volume. Semakin tinggi padat penebaran benih, semakin intensif tingkat pemeliharaannya. Apabila populasi atau padat penebaran terlalu padat, ikan patin sangat rentan terserang berbagai macam penyakit. Selain itu, padat penebaran ikan yang terlalu tinggi juga akan menyebabkan terjadinya persaingan dalam memperebutkan makanan dan memperlemah kondisi tubuh ikan.

Padat Penebaran Benih Patin

Padat penebaran benih patin di kolam pembesaran dari kolam tanah berkisar 10—20 ekor/m3, dengan ukuran benih 3—4 inci/ekor. Waktu pemeliharaan yang diperlukan untuk mencapai patin ukuran konsumsi ≥ 500 g/ekor yaitu 6 bulan.

Apabila kolam yang dipakai seluas 500 m2 dengan padat penebaran 10—20 ekor/m3 maka total benih yang ditebar sebanyak 5.000—10.000 ekor. Sedangkan padat penebaran benih di keramba jaring apung (KJA) dan keramba bisa mencapai 50—100 ekor/m3.

Adapun faktor yang menentukan padat penebaran (ekor/m2) antara lain sebagai berikut.

a) Pakan

Pada usaha pembesaran patin secara intensif, kebutuhan pakan sangat besar sehingga banyak sisa-sisa pakan dan kotoran yang menumpuk di dasar kolam. Oleh karena itu, konsekuensinya adalah harus dilakukan penggantian air kolam secara berkala untuk menjaga kualitas air kolam tetap dalam kondisi baik.

b) Konstruksi kolam

Konstruksi kolam yang tidak memungkinkan untuk membuang sisa-sisa pakan atau kotoran keluar wadah/kolam akan sangat membahayakan ikan yang dikultur.  Fasilitas pompa diesel dan saluran air juga harus dirancang agar bisa menyuplai air dengan jumlah yang lebih banyak.

 

Sumber: Buku Paduan Lengkap Agribisnis Patin

Baca Juga:  Nelayan dapat Bantuan Alat Tangkap Ikan Ramah Lingkungan
loading...
loading...