Padi Genjah Cakrabuana dan Padjajaran Besutan Balitbangtan

Pertanianku — Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) memperkenalkan dua varietas unggul baru padi genjah di Provinsi Kalimantan Utara. Kedua varietas tersebut adalah varietas Padjajaran dan Cakrabuana. Kedua padi tersebut akan ditanam pada lahan seluas 5 hektare oleh Kelompok Tani Tunas Karya di Tanjung Selor Hilir, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

padi genjah
foto: Pixabay

Kepala BPTP Kalimantan Timur, Dr. Fausiah T. Ladja, mengatakan, target pembenihan untuk varietas Padjajaran dan Cakrabuana akan dilakukan di lahan seluas 5 hektare dengan keragaan umur padi 104–105 hari. Produktivitas varietas unggul baru tersebut mencapai 75–7,6 ton per hektare.

“Nantinya produksi benih itu akan diserahkan ke Dinas Pertanian Provinsi Kaltara (Kalimantan Utara) untuk selanjutnya diserahkan ke petani di 5 kabupaten/kota di Kaltara,” ujar Fausiah seperti dikutip dari laman litbang.pertanian.go.id.

Introduksi teknologi yang diperkenalkan antara lain VUB padi genjah, sistem tanam jajar legowo 4:1, dan pemupukan spesifikasi lokasi. Sumber benih, menurut Fausiah, diharapkan dapat mendongkrak produksi melalui pendampingan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) sebagai representasi Balitbangtan di daerah.

Peneliti Balitbangtan, Prof. Sahardi, mengatakan, benih yang diproduksi dan didistribusikan dapat dimanfaatkan dengan baik di daerah. Pasalnya, benih tersebut memiliki produksi yang tinggi dan umur tanaman lebih cepat. Oleh karena itu, varietas ini cocok digunakan untuk meningkatkan indeks pertanaman.

“Harapan dengan adanya perbanyakan benih ini adalah untuk ketersediaan benih unggul di wilayah Kalimantan dan tidak tergantung dengan benih dari Pulau Jawa dan Sulawesi. BPTP dan dinas terkait diharapkan dapat bekerja sama demi mencapai swasembada,” ujarnya.

Gubernur yang diwakili oleh Asda II Provinsi Kalimantan Utara dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kerja sama tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu petani menghadapi masalah kekurangan benih spesifik di daerah.

Selanjutnya, Asda II Gubernur mengajak stakeholder terkait dan petani untuk bekerja sama meningkatkan pertanian di Kalimantan Utara. Saat ini Pemda telah bekerja sama dengan perusahaan dan pihak lain untuk menyerap produksi petani Kaltara dan mengonsumsi beras lokal.