Pakan Alami Ikan Lele Sesuai dengan Umur

Pertanianku— Pakan alami merupakan pakan yang berasal dari alam, baik berupa hewan maupun tumbuhan. Pakan alami ikan lele dapat mendatangkan berbagai manfaat, mulai dari memenuhi kebutuhan gizi ikan hingga menghemat biaya operasional.

pakan alami ikan lele
foto: Pertanianku

Pemberian pakan alami ikan lele harus disesuaikan dengan umur ikan lele, karena ada banyak jenis pakan alami yang dapat digunakan. Berikut ini ulasan mengenai pakan alami ikan lele yang sesuai dengan umur ikan.

Larva ikan lele

Larva merupakan yang baru menetas atau baru berumur 3—4 hari. Kondisi larva masih sangat rentan mati sehingga pakan yang digunakan harus berupa pakan alami, yaitu kutu air dan cacing sutera. Kutu air bisa didapatkan dari genangan air, sedangkan cacing sutera bisa didapatkan dari saluran irigasi yang mengandung banyak bahan organik. Namun, saat ini Anda sudah bisa membeli atau membudidayakannya sendiri kutu air dan cacing sutera.

Pakan kutu air dan cacing sutera diberikan hingga larva berumur 15 hari. Setelah itu, larva dapat diberikan pelet halus dan dikombinasikan dengan cacing sutera.

Benih ikan lele

Benih ikan lele ukuran 3—4 cm dapat diberikan pelet apung berukuran 0,8—1 mm. Namun, Anda dapat memberikan pakan cacing sutera untuk mempercepat pertumbuhan ikan. Ikan lele yang menerima pakan cacing sutera hingga berumur 20—25 hari cenderung memiliki pertumbuhan yang lebih cepat.

Ikan lele di fase pembesaran

Pakan alami yang baik untuk pembesaran ikan lele biasanya banyak tersedia di areal persawahan seperti keong mas, bekicot, kecebong katak, dan ikan cere. Anda juga dapat memberikan pakan cacing tanah dan magot.

Pelet yang diberikan pada fase pembesaran dapat diganti dengan limbah peternakan, limbah pemotongan hewan, ikan sisa tangkapan nelayan, ikan rucah, dan limbah sayuran. Limbah peternakan yang dapat digunakan adalah kotoran ayam, telur gagal menetas, dan ayam mati.

Baca Juga:  Kandungan Nutrisi Cacing Sutera, Pakan Alami yang Sangat Diandalkan

Namun, limbah tersebut harus diolah terlebih dahulu agar aman untuk digunakan. Misalnya, anak ayam yang mati harus direbus terlebih dahulu, sedangkan ayam tiren (mati kemaren) harus dibakar terlebih dahulu.