Pakan Alternatif Kambing untuk Mendongkrak Produksi Susu

Pertanianku — Pemberian pakan alternatif biasa dilakukan untuk mendongkrak produksi susu kambing agar lebih banyak dan berkualitas. Bahan-bahan alternatif ini biasanya mudah untuk dijumpai di lingkungan. Berikut beberapa pakan alternatif kambing yang memengaruhi produksi susu kambing.

pakan alternatif kambing
foto: pixabay

Daun orok-orok

Daun orok-orok memiliki nama latin Clotalaria usaromensis mempunyai manfaat yang dapat mendongkrak produktivitas susu kambing hingga sebanyak 3,4 liter susu per hari. Orok-orok mengandung protein yang tinggi mencapai 25 persen. Bahkan, salah satu jenis daun orok-orok, yaitu geger sore mengandung protein sebanyak 27 persen.

Loading...

Cara pemberian daun orok-orok, yaitu mencampurnya dengan bahan konsentrat. Orok-orok cukup mudah ditemui karena murah dan gampang tumbuh terlebih saat musim kering.

Daun pepaya

Daun pepaya dapat diolah menjadi seperti biskuit agar pakan tahan lebih lama. Pakan biskuit dari daun pepaya ini dapat diberikan pada pagi dan sore hari sebanyak 2—3 buah yang dicampurkan dengan konsentrat.

Pakan ini dapat meningkatkan produktivitas susu kambing sebanyak 40 persen. Selain itu, dapat meningkatkan kualitas susu, kandungan lemak dalam susu juga akan meningkat hingga 99 persen dari semula hanya 3,18 persen menjadi 6,34 persen.

Daun katuk

Daun katuk dicampur dengan molase atau tetes tebu untuk dibentuk menjadi wafer. Wafer yang terbuat dari 1 kg daun katuk dan 1 kg tetes tebu cukup untuk pakan 20 ekor kambing. Wafer dari daun katuk dapat meningkatkan rasa dan aroma susu yang dihasilkan menjadi lebih gurih dan bebas dari bau prengus khas kambing.

Buah pepaya muda dan umbi singkong

Cacahan buah pepaya muda dan umbi singkong sangat baik untuk meningkatkan produksi susu kambing. Pepaya dan umbi singkong sangat mudah untuk ditemukan sehingga pakan ini bisa menekan biaya pembelian pakan.

Baca Juga:  Meningkatkan Bobot Sapi dengan Biaya yang Lebih Hemat

Daun jambu, nangka, dan mangga

Peternak kambing di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Agus Susanto, memberikan pakan yang terbuat dari campuran daun jambu, nangka, dan mangga saat siang hari. Dari perawatan yang diterapkan olehnya, Agus rata-rata memperoleh 0,6—3 liter susu per ekor setiap harinya. Pemerahan susu dilakukan sebanyak 2 kali sehari, yaitu pagi dan sore hari.

Loading...
Loading...