Pakan Fermentasi untuk Ternak Kambing Agar Tidak Ngarit Tiap Hari


Pertanianku — Memberikan pakan fermentasi untuk ternak kambing adalah suatu langkah nyata yang bisa dilakukan oleh para pelaku usaha di bidang peternakan. Tentunya, untuk mendapatkan hasil hewan ternak yang bagus dan bernilai jual tinggi di saat keadaan rumput sedang tidak ada.

pakan fermentasi untuk ternak kambing
Foto: Google Image00

Pakan fermentasi bisa menjadi pilihan pengganti rumput yang sangat bagus untuk perkembangan dan pertumbuhan hewan ternak Anda. Dalam hal ini, pemberian pakan fermentasi pada kambing mempunyai manfaat yang sangat bagus untuk perkembangannya.

Sebab, pakan hasil fermentasi mampu mempercepat pertumbuhan hewan ternak. Selain dapat mempercepat pertumbuhan hewan ternak (kambing), pakan fermentasi juga mempunyai keunggulan-keunggulan lainnya seperti pakan dapat disimpan sesuai kebutuhan (bisa sampai bertahun-tahun).

Pakan fermentasi juga dapat meningkatkan nafsu makan sehingga mempercepat pertumbuhan ternak. Selain itu, membuat daging hewan terutama kambing rendah kolesterol dan tidak “prengus”, serta kotoran hewan tidak menimbulkan bau/amoniak. Terakhir, kotoran/limbah hewan berkualitas untuk dimanfaatkan menjadi pupuk.

Untuk pembuatan pakan ternak fermentasi pun sangatlah mudah. Nah, di bawah ini merupakan langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk membuat pakan fermentasi tersebut.

Pertama, siapkan bahan-bahan yang Anda perlukan untuk membuat pakan fermentasi seperti jerami kering/basah, ampas tahu, bekatul, garam beryodium, suplemen organik cair, dan larutan gula pasir.

Langkah-langah pembuatan:

  • Larutkan gula pasir dan suplemen organik cair selama 15 menit.
  • Siapkan terpal, kemudian susunlah jerami di atas terpal tadi hingga rata.
  • Taburkan bekatul disusul ampas tahu di atas tumpukan jerami tadi sedikit demi sedikit (tipis-tipis) hingga rata.
  • Taburkan garam beryodium di atas bahan tadi secara merata.
  • Siram bahan tadi dengan larutan suplemen organik cair.
  • Aduk semua bahan hingga benar-benar tercampur.
  • Jika sudah tercampur, tutup terpal tersebut dengan rapat atau bisa memasukkannya ke drum plastic. Setelah itu, tunggu hingga 1—3 jam (jika bahan basah) atau 1 hari untuk bahan kering.
Baca Juga:  Mentan: Impor Jagung untuk Amankan Peternak Kecil

Setelah semua dilakukan dan Anda telah menunggu sampai waktu yang ditentukan, kini saatnya untuk Anda membuka hasil fermentasi tadi. Jika hasil fermentasi itu berhasil, biasanya akan menunjukkan ciri-ciri seperti adanya peningkatan suhu, adanya perubahan warna, dan bahan menjadi lapuk serta empuk.

Cara pemberian pakan fermentasi

Kalau akan memberikan pakan kepada ternak, jerami yang sudah difermentasi tadi harus diangin-anginkan dulu sebelum diberikan. Berikan pakan fermentasi itu dua kali sehari, yaitu pagi dan sore hari. Selama tidak kena matahari secara langsung atau tidak terkena hujan secara langsung, pakan ternak hasil fermentasi tersebut mampu bertahan selama bertahun-tahun.