Pakan Ideal untuk Mendongkrak Produksi Ayam Petelur

Pertanianku — Pakan merupakan kebutuhan yang harus rutin dipenuhi setiap hari. Pasalnya, pakan berfungsi sebagai penyuplai nutrisi yang dibutuhkan oleh ayam untuk tumbuh dan berkembang. Pakan ayam petelur juga dapat menjadi kunci untuk meningkatkan produksi ayam petelur. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui cara meningkatkan kualitas pakan sehingga ideal untuk ayam petelur.

pakan ayam petelur
foto: Pertanianku

Suplementasi lemak

Penambahan lemak ke dalam formula pakan dapat meningkatkan produksi telur, terutama musim dingin. Selain itu, penambahan lemak dapat menurunkan pakan yang dibutuhkan oleh ternak.

Penuhi kandungan mineral di dalam pakan

Ayam petelur memerlukan sejumlah mineral dalam jumlah besar, terutama kalsium (Ca) karena cangkang telur tersusun dari CaCO3. Penurunan kadar kalsium dalam ransum dapat menurunkan produksi telur dan menghasilkan cangkang telur yang kurang kuat. Selain kalsium, ayam petelur memerlukan mineral fosfor yang diperlukan untuk pembentukan cangkang telur.

Penuhi kandungan vitamin

Ransum ayam petelur juga harus mengandung beberapa vitamin, terutama vitamin A, vitamin D, dan vitamin E. Vitamin A diperlukan untuk kesehatan mata. Ransum ayam petelur yang rendah kandungan vitamin A dapat menyebabkan gangguan mata, seperti keluarnya kotoran pada mata.

Vitamin D pada ransum ayam petelur diperlukan untuk meningkatkan ketebalan cangkang telur dan meningkatkan produksi telur. Selain itu, vitamin D berpengaruh pada daya tetas telur serta meningkatkan kekuatan otot dada, kaki, dan sayap ayam. Adapun vitamin E diperlukan untuk meningkatkan daya tetas telur.

Tambahkan enzim

Penambahan enzim seperti enzim fitase sebesar 400 µg/kg ransum dapat meningkatkan produksi telur. Sementara itu, penambahan mineral Zn (ZnO) sebesar 570 ppm dalam ransum meningkatkan berat telur. Hal ini dikarenakan adanya peran dari mineral Zn sebagai salah satu aktivator metalloenzim, yaitu enzim aminopeptidase dan karboksil peptidase yang berperan dalam metabolisme protein.

Baca Juga:  Segudang Gizi Susu Kambing yang Rendah Laktosa

Penggunaan minyak

Penggunaan minyak dapat memengaruhi kualitas telur. Pembentukan kolesterol pada ransum yang menggunakan minyak lebih rendah bila dibandingkan dengan yang tidak menggunakan minyak.

Jenis minyak yang digunakan juga akan memengaruhi pembentukan kolesterol di dalam telur. Kandungan kolesterol telur yang menggunakan minyak kelapa pada ransum lebih tinggi dibanding yang memakai minyak jagung.