Pakan Ternak dari Sorgum Bikin Bobot Sapi Meningkat

Pertanianku — Seluruh bagian tanaman sorgum bisa diberikan kepada sapi. Pakan hijauan tersebut mampu menambah bobot sapi jantan sebesar 1,2–1,6 kg per hari. Selain itu, bila sorgum mudah didapatkan, bisa membuat ongkos pakan lebih hemat Rp2.000–Rp3.650/hari.

tanaman sorgum
foto: Pixabay

Menurut peternak penggemukan sapi di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, tanpa sorgum kebutuhan pakan per ekor sapi adalah 3 kg jerami dan 8 kg konsentrat per hari. Bila sapi diberikan sorgum, volume konsentrat yang diberikan bisa berkurang menjadi 4 kg dan jumlah sorgum yang diberikan 10 kg per hari.

Tanaman sorgum lebih bernutrisi dibanding rumput gajah, rumput taiwan, dan jerami padi. Hijauan ini mengandung protein kasar sebesar 10–12%. Kadar protein tersebut mendekati nilai kebutuhan protein kasar penggemukan sapi sekitar 13%.

Sorgum dapat menjadi substitusi jagung yang seringkali sulit diperoleh oleh peternak. Kandungan gizi kedua tanaman ini hampir sama.

Mulai dari biji, batang, hingga daunnya bisa diberikan untuk sapi. Namun, sebelum diberikan, sorgum perlu dipotong-potong dengan ukuran 2–4 cm terlebih dahulu sapi agar lebih mudah mencernanya.

Sorgum bisa diberikan dalam bentuk segar ataupun berupa silase. Silase merupakan sorgum yang sudah diawetkan. Cara pembuatannya sangat mudah, sorgum hanya perlu dipotong sepanjang 2–4 cm, lalu dimasukkan ke wadah kedap udara dan difermentasikan secara alami.

Selain meningkatkan bobot, tanaman ini bisa meningkatkan nafsu makan sapi dibanding hijauan rumput. Hal tersebut sudah dibuktikan oleh beberapa peternak di Serang, Banten. Ketika diberikan sorgum, sapi terlihat lahap, tetapi setelah diganti rumput gajah sapi terlihat enggan makan. Nafsu makan sapi bisa meningkat karena hijauan ini lebih wangi dan rasanya lebih manis ketimbang rumput.

Sorgum dapat tumbuh baik di lahan marjinal, di mana lahan tersebut biasanya berupa tanah asam dengan kadar aluminiumnya tinggi sehingga menyebabkan akar tanaman rusak. Selain itu, tanaman ini bisa dikembangkan di lahan kering. Hal tersebut dapat memudahkan peternak ketika musim kemarau atau di daerah dengan persediaan air yang terbatas.