Pakan Ulat Sutera yang Bergizi

Pertanianku — Untuk mendapatkan kokon ulat sutera yang berkualitas, Anda perlu memberikan pakan yang sesuai dan bergizi. Pada dasarnya pakan ulat sutera merupakan dedaunan segar yang cukup mudah ditemui. Ada banyak jenis daun-daunan yang bisa dijadikan pakan. Akan tetapi, pemberian daun tidak boleh dilakukan sembarangan karena dapat menyebabkan pemberian pakan menjadi sia-sia.

pakan ulat sutera
foto: Pixabay

Jenis daun yang dapat digunakan sebagai pakan ulat sutera adalah sirsak, srikaya, kenanga, kenanga besar, belimbing, bambu, barberi, teh, kenari, kina, kopi, jeruk, kunyit, dadap, lengkeng, kembang sepatu, ubi jalar, leci, apel, mangga, murbei, alpukat, lada, randu, kayu manis, mawar, mahoni, cokelat, gambir, jarak pagar, dan lain-lain.

Daun untuk pakan ulat sutera merupakan daun dengan kadar air tinggi dan bersifat agak kaku. Dalam satu siklus hidup, ulat sutera alam seperti A.atlas mampu menghabiskan 85—135 gram daun segar.

Di antara jenis daun tanaman yang digunakan sebagai pakan, daun sirsak lebih sering digunakan sebagai pakan segar untuk ulat sutera karena mengandung nutrisi yang sesuai dengan ulat, di antaranya air 69,3—82,8 persen, protein 12,1—21,9 persen, lemak 4,5—6,4 persen, dan serat kasar sebesar 16,4—20,6 persen. Anda bisa menggunakan daun sirsak yang masih muda ataupun yang sudah tua.

Daun segar yang digunakan sebagai pakan harus disimpan di dalam wadah untuk mempertahankan kesegarannya. Ulat lebih menyukai daun segar dengan kadar air sekitar 70 persen.

Pakan diberikan beberapa kali sehari agar persediaan pakan di dalam kandang tidak terputus. Namun, pemberian pakan jangan dilakukan berlebihan hingga terlalu padat karena bisa menyebabkan ulat mati akibat kekurangan oksigen. Sirkulasi udara di dalam kandang harus diatur agar tetap berjalan dengan baik.

Baca Juga:  Ukuran Kandang Domba yang Ideal

Ulat yang masih kecil sebaiknya diberikan daun yang lebih muda, sedangkan ulat yang sudah besar bisa diberi daun yang lebih tua beserta tangkai. Ulat kecil lebih menyukai daun bertekstur halus, sedangkan ulat besar lebih menyukai daun yang agak kasar. Sementara itu, tangkai daun dapat digunakan untuk ulat besar beristirahat setelah selesai makan.