Pakan untuk Domba Ternak yang Dikandangkan

Pertanianku — Domba ternak yang dipelihara di dalam kandang harus mendapatkan pakan secara rutin karena ternak tidak bisa mencarinya sendiri. Oleh karena itu, kesalahan manajemen pakan domba akan langsung sangat memengaruhi pertumbuhan domba. Umumnya, pakan yang diberikan di antaranya hijauan, pakan penguat, serta garam dan makanan suplemen. Seluruh pakan tersebut harus diberikan dalam jumlah yang tepat dengan kualitas yang baik.

pakan domba
foto: Pertanianku

Hijauan

Jumlah pakan hijauan yang diberikan pada domba dewasa rata-rata 10 persen dari berat badan atau 4,5–5 kg/ekor/hari yang disajikan sedikit demi sedikit 2–3 kali sehari. Ini dimaksudkan agar domba dapat istirahat dan ada kesempatan untuk memamah biak. Sementara itu, pemberian pakan yang dilakukan secara sekaligus dapat menyebabkan domba makan pakan hijauan secara terus-menerus sehingga di dalam rumen bahan pakan menjadi padat.

Pemberian yang teratur dapat meningkatkan khasiat hijauan yang diberikan. Saat hijauan berada terlalu lama di rumen akan menyebabkan zat gula dan protein yang dicerna pecah. Kandungan tersebut akan menjadi gas dan panas sehingga kurang bermanfaat bagi tubuh.

Pakan penguat

Pakan penguat diberikan kepada induk yang sedang bunting, induk menyusui, pejantan, anak domba, dan domba-domba yang tengah digemukkan. Bahan pakan penguat seperti bungkil kelapa tidak bisa diberikan sebagai pakan tunggal. Bahan tersebut harus dicampur dengan bahan pakan lain.

Bungkil kelapa menjadi salah satu bahan pakan campuran yang pemberiannya maksimal hanya sebanyak 50 persen.

Garam dan makanan suplemen

Garam menjadi sumber mineral bagi domba. Itu sebabnya garam diperlukan setiap hari sebanyak 7 gram/ekor/hari. Biasanya, peternak akan menyediakan garam bata yang diletakkan pada kotak kecil di dalam kandang. Ketika domba-domba kekurangan garam, domba akan menjilati garam bata tersebut.

Baca Juga:  Tingkatkan Bobot Kambing dengan Pakan Kaya Protein

Bagi domba yang bunting dapat diberi tambahan suplemen protein dan mineral. Apalagi, pada saat kemarau panjang yang mengakibatkan kondisi pakan hijauan sangat jelek dan kualitas gizinya menjadi sangat rendah. Untuk meningkatkan kualitas gizinya, pada makanan perlu diberikan tambahan suplemen protein dan mineral.