Palestina Belajar Inseminasi Buatan pada Indonesia

Pertanianku — Sebanyak 10 orang peserta dari Palestina belajar inseminasi buatan (IB) di Indonesia dalam pelatihan yang mengangkat tema “Sustainable Fish Farming Through The Adoption of Artificial Insemination Technology” di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Malang, Jawa Timur. Pada kesempatan itu, Kementerian Pertanian (Kementan) yang diwakili oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) I Ketut Diarmita menyampaikan apresiasi kepada para peserta pelatihan.

Palestina belajar inseminasi buatan
Foto: Google Image

“Pelatihan IB pada ikan ini dilaksanakan di BBIB Singosari karena di sini satu-satunya Balai Besar di Indonesia yang berhasil memproduksi semen beku pada ikan,” ungkap Ketut.

Meski secara tupoksi, IB itu lebih ke peternakan, BBIB Singosari telah mampu memproduksi semen beku ikan yang selama ini berkolaborasi dengan Balai Benih Ikan Punten di Jawa Timur untuk menyelamatkan plasma nutfah ikan emas lokal. Selain itu, BBIB Singosari juga telah bekerja sama dengan Balai Budidaya Kerapu di Gondol Provinsi Bali dan asosiasi ikan hias untuk memproduksi semen beku jenis ikan lainnya.

Ketut berharap para peserta dari Palestina yang mengikuti pelatihan tersebut mampu menerapkan IB di negaranya dan juga bisa menjalin kerja sama lebih lanjut.

“Para peserta kita harapkan dapat mengaplikasikan IB di negaranya,” kata I Ketut Diarmita. “Kami sangat siap bekerja sama dengan Palestina,” lanjutnya.

Ketut menyebutkan, sejak 2005 Indonesia telah mampu melakukan ekspor semen beku ke beberapa negara seperti Malaysia, Kamboja, Myanmar, Timor Leste, Kyrgyzstan, Madagaskar, dan Afganistan.

Terkait dengan pengalaman melatih peserta dari negara mitra, Ketut mengatakan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis Ditjen PKH telah diakui dan dipercaya oleh organisasi internasional untuk menyelenggarakan pelatihan teknologi IB. Hingga kini BBIB Singosari telah melatih peserta dari 22 negara selain Palestina di antaranya Afganistan, Bangladesh, Filipina, Fiji, India, Kamboja, Kenya, Laos, Malaysia, Myanmar, Mongolia, Kyrgyztan, Kazakhstan, Papua Nugini, Sudan Thailand, Srilanka, Timor Leste, Yaman, dan Zimbabwe.

Baca Juga:  Indonesia Bisa Optimalkan Olahan Sawit Jadi Solar dan Avtur

Abdul Gafar salah satu peserta pelatihan dari Palestina menyampaikan, selama mengikuti pelatihan telah memperoleh transfer ilmu dan teknologi terkait pelaksanaan IB pada ikan.

“Kami juga telah mengunjungi beberapa balai termasuk balai benih ikan di Jawa Timur, kami sangat senang dengan kemajuan Indonesia dalam penerapan teknologi serta penguatan kelembagaan sehingga ini dapat diadopsi dan dikembangkan di negara kami,” ucapnya.

Angham Baniowda, peserta pelatihan lainnya juga berharap ke depan dapat mengikuti pelatihan terkait IB pada ikan mas.

Loading...