Panca Kelola Lahan Rawa Terbukti Efektif Membantu Petani di Sumsel

Pertanianku — Sebagian lahan pertanian di Sumatera Selatan merupakan lahan rawa sehingga sangat cocok untuk diterapkan panca kelola lahan rawa. Program ini merupakan program optimalisasi lahan rawa besutan Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan).

panca kelola lahan rawa
foto: pixabay

Setelah diaplikasikan program tersebut, para petani di Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan memberikan testimoni dan merasa puas dengan hasil panen dari program tersebut. Biasanya mereka hanya mampu menghasilkan panen sekitar 5—6 ton/hektare, kini hasil panen yang bisa didapatkan mencapai 7—8 ton/hektare.

Para petani merasa puas dari penerapan program panca kelola lahan rawa. Pasalnya, program ini mampu mengefisiensikan penggunaan benih dan sistem penanaman menjadi lebih efektif.

Loading...

“Tadinya kami menggunakan benih 80 kg/hektare, sekarang bisa ditekan menjadi 50 kg/hektare. Bagi saya itu sudah luar biasa efisien,” ujar Farihin Setiawan, perwakilan salah satu petani dari Desa Sumber Hidup di Kecamatan Muara Telang seperti dikutip dari laman Kementerian Pertanian Badan Litbang Pertanian.

Sebelum masuknya program panca kelola lahan rawa, para petani menggunakan sistem tanam benih langsung (tabela). Namun, setelah menerapkan pola tanam dari panca kelola, para petani mengaku lebih terbantu dalam proses pemeliharaan.

“Selama ini kami menggunakan sistem tanam benih langsung (tabela), tapi setelah menerapkan sistem jajar legowo 2:1 menggunakan amator, tanaman menjadi lebih rapi, dan pengendalian hamanya mudah diterapkan,” tutur Farihin.

Kini pemerintah mulai fokus untuk meningkatkan produktivitas lahan rawa untuk menjawab tantangan pertanian maju, mandiri, dan modern berbasis teknologi. Misi tersebut semata-mata mewujudkan Indonesia menjadi Lumbung Pangan Dunia 2045.

Program ini mencakup seluruh proses pertanian seperti teknologi pengelolaan air, penyiapan dan penataan lahan, ameliorasi dan pemupukan hingga pengendalian organisme pengganggu seperti hama tanaman terpadu.

Baca Juga:  Tingkatkan Kekebalan Tubuh dengan Ubi Jalar Ungu

Lahan rawa yang jarang dilirik oleh para petani karena cukup sulit untuk diolah menjadi lahan pertanian, kini sudah bisa digunakan dan menghasilkan panen dengan jumlah yang tidak jauh beda dengan lahan biasa.

Program ini disambut baik pemerintah setempat. Menurut Anton Alam, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan mengungkapkan bahwa optimasi lahan rawa ini selaras dengan program Pemerintah Daerah Sumatera Selatan yang memiliki lahan rawa lebak dan pasang surut seluas 240 ribu hektare.

 

Loading...
Loading...