Panduan Budi Daya Seledri


Pertanianku – Seledri atau Apium graveolens L. adalah tanaman yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan atau hiasan (garnish) pada hidangan makanan, baik sup maupun tumisan. Seledri dapat ditemukan dengan mudah di pasar-pasar tradisional. Meskipun permintaannya tidak setinggi permintaan bumbu lain seperti cabai atau bawang, seledri tetap memiliki nilai jual yang cukup menjanjikan. Hal inilah yang menyebabkan banyak orang mulai belajar mengenai cara budi daya seledri.

Panduan Budi Daya Seledri

Budi daya seledri sebenarnya cukup mudah. Jika Anda tertarik untuk membudidayakannya, berikut panduannya.

  1. Persiapan lahan

Hal pertama yang perlu disiapkan untuk budi daya seledri, yaitu mempersiapkan lahan untuk menanam. Selain harus ditanam pada lahan yang berada di dataran tinggi, Anda juga harus memastikan bahwa lahan yang akan digunakan adalah lahan yang gembur dengan tingkat keasaman 5,5–6,8. Jika tanah yang akan dijadikan lahan untuk budi daya seledri kurang gembur, Anda harus membajak dan memberi pupuk kandang terlebih dahulu.

Lalu, Anda harus membuat bedengan yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran lahan. Selanjutnya, lahan disiram air dan dibiarkan selama beberapa hari sampai reaksi yang terjadi di dalam tanah menjadi stabil.

  1. Persemaian

Persemaian atau mempersiapkan bibit dengan cara mengembangbiakan biji seledri di polybag. Anda juga bisa membeli bibit seledri yang siap tanam jika tidak memiliki waktu untuk melakukan persemaian. Apabila lahan dan bibit seledri telah siap, Anda dapat mulai melakukan penanaman dengan cara memindahkan bibit seledri ke bedengan yang terdapat pada lahan.

  1. Penanaman

Hal yang perlu diperhatikan ketika memindahkan bibit seledri ke bedengan adalah jarak antara pohon seledri yang satu dengan lainnya. Jarak tanam dapat bervariasi sesuai dengan varietas seledri yang dibudidayakan. Namun, umumnya jarak yang digunakan adalah 40×40 cm. Jika perlu, Anda bisa meletakkan dua sampai tiga tanaman pada satu lubang yang sama. Jangan lupa untuk membuat parit di sekeliling bedeng yang digunakan untuk pengairan.

  1. Perawatan
Baca Juga:  Warga Malaka Terapkan Pola Pertanian Modern, Ini Alasannya

Perawatan seledri dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu pemupukan dan pencegahan hama. Pada tiap satu musim tanam, Anda dapat melakukan dua hingga tiga kali pemupukan, bergantung pada varietas seledri yang Anda budi dayakan.

Untuk mendapatkan hasil panen yang optimal, Anda perlu memerhatikan kualitas pengairan terutama pada saat musim kemarau. Pada musim kemarau dianjurkan untuk melakukan penyiraman minimal satu kali setiap 10 hari. Anda juga harus melakukan penyiangan minimal sekali setiap 15 hari.

  1. Pemupukan

Pemupukan tahap pertama biasanya dilakukan pada saat tanaman berumur 10–15 hari dengan komposisi pupuk ZA, Urea, dan KCl masing-masing 100, 50, dan 100 kg/ha. Pemupukan tahap kedua dilakukan pada saat tanaman berumur lebih dari 30 hari dengan komposisi pupuk ZA dan Urea masing-masing 100 dan 50 kg/ha. Pemupukan tahap terakhir dilakukan saat tanaman berusia lebih dari 45 hari dan hanya menggunakan pupuk ZA sebanyak 100 kg/ha.

Anda juga harus menjaga tanaman seledri Anda dari berbagai jenis hama dan penyakit dengan menggunakan berbagai jenis obat pengendali hama. Apabila tanaman telah berusia 45–60 hari, Anda bisa memanennya dengan cara mencabut tanaman hingga ke akarnya dan mencuci tanaman hingga bersih.

loading...
loading...