Panduan Praktis Budi Daya Kopi Ateng

Pertanianku – Kopi ateng merupakan salah satu kopi yang sering dipilih untuk dapat dibudidayakan. Jenis kopi ini memiliki pohon yang pendek, tetapi bisa berbuah dengan cepat dan dalam jumlah banyak. Inilah mengapa kopi ateng banyak dibudidayakan di berbagai daerah.

Panduan Praktis Budi Daya Kopi Ateng

Masa produktif kopi ateng cukup lama, yaitu 10 tahun. Selama kurun waktu tersebut jenis kopi ini mampu menghasilkan buah berkualitas. Masa panen kopi ateng biasanya 2 minggu setelah berbuah. Oleh karena itu, bagi para petani bisa 2 kali panen untuk setiap bulannya. Harga kopi ateng berkisar antara Rp15—Rp25 ribu untuk setiap kilonya untuk kopi basah, sedangkan untuk yang sudah dikeringkan harganya lebih mahal. Hasil panen perkiraan setiap 0,5 hektare dapat menghasilkan 200 kg kopi atau sekitar 16 kaleng setiap bulan. Apabila dirupiahkan, hasilnya sekitar Rp3—Rp4 juta untuk setiap bulannya.

Loading...

Berikut panduan praktis budi daya kopi ateng.

Tahap pembibitan kopi

Tahap pertama pada budi daya kopi ateng adalah pembibitan dan persiapan lahan. Untuk bercocok tanam kopi, Anda tentunya memerlukan lahan dan juga bibit kopi. Untuk lahan budi daya kopi ateng, diperlukan lahan minimal 0,5 hektar. Ukuran tersebut paling minimal untuk menanam kopi ateng dengan hasil yang lumayan. Pastikan perbandingan pohon pelindung di lahan dengan pohon kopi sekitar 1:4 hingga 1:8 dengan setiap 1 pohon pelindung untuk 4 pohon kopi. Apabila lebih, sebaiknya Anda tebang pohon tersebut. Anda harus menyiapkan pupuk kandang sekitar 50 kg dan sebarkan natural glio, kemudian diamkan selama satu minggu.

Proses pemilihan bibit

Ada dua jenis bibit yang dapat digunakan, yakni bibit biji dari pembiakan secara generatif dan sambungan atau stek dari pembiakan secara vegetatif. Kedua cara tersebut sama baiknya asal dipastikan bahwa Anda mengambil dari pohon yang sudah diketahui kualitasnya. Selain itu, pastikan Anda menyimpan bibit dengan cukup baik sebelum pembibitan. Proses penyimpanan bibit yang adalah bibit disimpan dalam peti dengan lapisan kain yang diberi minyak terpentin dengan perbandingan 1cc setiap 100 cm2. Campurkan juga bibit dengan bubuk arang, perbandingannya 3:1.

Baca Juga:  Produk yang Bisa Dihasilkan dari Limbah Kelapa Sawit

Tahap proses penanaman

Sebelum dilakukan penanaman, ada baiknya bibit disemai dahulu. Buatlah bumbunan atau kotak tanah untuk penyemaian. Untuk tebal lapisan pasir berkisar 4—6 cm saja. Siram bibit tersebut dengan rutin sesuai takaran yang cukup. Dalam kurun waktu sekitar 1 bulan bibit akan tumbuh seperti kecambah kecil.

Pilihlah bibit yang baik untuk dipindah di polybag. Lakukan dengan hati-hati supaya akar bibit tidak putus pada awal-awal pembibitan karena sangat rapuh. Jangan lupa untuk lakukan pemupukan dengan NPK hingga umur 12 bulan. Tambahkan juga sepernasa dengan perbandingan 1sendok:10 liter air. Gunakan 250 ml untuk setiap pohon, apabila sudah mencapai umur 4 bulan, kemudian seprotkan 2 tutup botol POC Nasa setiap bulan hingga umur 7—9 bulan. Setelah itu, bibit siap ditanam di lubang lahan yang sudah disiapkan sebelumnya. Anda dapat menyiapkan lubang dan menyiapkan bibit pada saat berumur 5 bulan sehingga pada umur 7 bulan lahan dan bibit siap digunakan untuk bercocok tanam.

Untuk penyemaian sebaiknya disiapkan jumlah 1,5—2 kali jumlah rencana. Hal ini karena tidak semua bibit (100%) bisa tumbuh dan bertahan dengan baik. Pastikan Anda menyiram bibit yang sudah disemai sehari 2 kali. Bersihkan dari tanaman liar seperti rumput. Pastikan juga tidak ada gangguan dari luar seperti ternak. Segera lakukan juga penyulaman apabila ada tanda-tanda tanaman akan mati atau tumbuh tidak normal.

Proses selanjutnya pada budi daya kopi ateng, yakni penanaman. Bibit sebaiknya ditanam saat musim penghujan. Pastikan jumlah bibit sesuai dengan luasan lahan. Dalam penanaman, terlebih dahulu dengan siapkan lubang tanam untuk bibit dengan ukuran persegi 60 cm2 atau 75 cm2 dengan jarak 2,5—2,75 cm2. Lubang ini sebaiknya disiapkan 2 bulan sebelum ditanami bibit. Setelah lubang siap, sekarang waktunya untuk menanam bibit.

Baca Juga:  Cara Memelihara Bibit Kelapa Sawit yang Masih Berkecambah

Pemeliharaan dan panen

Saat proses pemeliharaan, pastikan jumlah air yang didapat cukup, terutama saat tumbuh sebelum menjadi pohon. Berikan air dan juga pupuk dengan secara teratur. Apabila terkena penyakit, segera obati sampai benar-benar sembuh supaya tidak menyerang pohon kopi yang lain. Untuk pemanenan sebaiknya tunggu sampai biji kopi benar-benar matang.

Loading...
Loading...