Panduan Sukses Usaha 10 ekor Sapi Perah


Pertanianku – Kebutuhan susu sapi di Indonesia sangat tinggi. Belum lagi saat ini pemerintah sedang menggalakkan program mengonsumsi susu. Dengan demikian, kebutuhannya akan semakin tinggi.

Kotoran Sapi Sebagai Pupuk Kandang

A. Peluang Usaha

Sapi perah sangat dibutuhkan untuk menyuplai susu. Usaha sapi perah ini dapat memberikan penghasilan setiap hari karena susu diproduksi setiap hari. Selain itu, secara ekonomis sapi perah dapat bereproduksi sampai 6—7 kali, tergantung dari bangsa sapinya. Sapi perah yang baik berasal dari bangsa Friesian Holstain.

B. Memulai usaha

  • Siapkan kandang. Kandang dapat menampung 10 ekor sapi dan tidak mengganggu lingkungan. Akan lebih baik bila dilengkapi dengan kandang laktasi secara khusus.
  • Sediakan sapi perah yang baik. Bila ingin ada pejantan, perbandingan sapi jantan dan betina adalah 1 : 20.
  • Bila akan mengawinkan dengan kawin suntik, sediakan peralatan kawin suntik atau dengan memanfaatkan jasa inseminator.
  • Siapkan perlengkapan kandang, pakan, minum, obat, dan vaksin. • Siapkan peralatan untuk pemerahan susu sapi.
  • Lebih baik apabila Anda juga menyediakan tempat untuk sapi bergerak lebih leluasa agar sapi lebih segar.
  • Dalam 1 tahun, sapi perah akan berproduksi setiap hari dengan masa istirahat 2 bulan (10 bulan masa produktif).

C. Kendala

  • Jika kurang higienis menangani pemeliharaan dan pemerahan, susu yang dihasilkan tidak bersih atau terkontaminasi.
  • Produksi susu terkadang tidak stabil jika pasokan pakan tidak sesuai kebutuhan dan pemeliharaan tidak intensif.
  • Sering terjadi fluktuasi harga, terutama yang ketergantungan dengan pengepul atau koperasi susu.

D. Strategi

  • Pilih calon bakalan berkualitas dan lakukan pembesaran secara tepat karena akan mempengaruhi keberhasilan.
  • Lepaskan sapi secara rutin di tempat exercise selama 1—2 jam agar mendapat sinar matahari dan bisa bergerak bebas untuk memperlancar sirkulasi darah serta kesehatan kulit dan kuku.
  • Berikan pakan berkualitas secara adlibitum (selalu ada). Namun, jangan berikan pakan yang kandungan bahan kering (BK) rendah, tetapi berikan hijauan dengan kadar air tinggi. Berikan konsentrat berkualitas sebanyak 8—10 kg/hari, tergantung bobot sapi (maksimal 2 kg/100 kg bobot badan).
  • Perah sapi yang sudah beranak untuk mendapatkan susu. Sapi beranak pertama kali pada umur 24—30 bulan. Masa produksi sapi atau satu periode laktasi yang ideal yaitu 10 bulan (305 hari) dengan masa kering selama 2 bulan. Pemerahan dilakukan minimal dua kali sehari.
  • Bersihkan kandang, peralatan, dan pemerah susu setiap hari sebelum kegiatan pemerahan dilakukan.
  • Jaga kebersihan sapi dari kotoran, lumpur, maupun urinnya agar kesehatan kulitnya tetap terpelihara.
  • Beri vitamin, obat cacing, dan vaksinasi.
  • Bersihkan puting dengan air, keringkan, lalu celup atau semprot dengan cairan desinfektan sesegera mungkin setelah pemerahan.
  • Pelajari usaha sapi perah di tempat lain seperti Boyolali, Grati, Bandung, Bogor, dan Nusa Tenggara Barat.
Baca Juga:  Ciri-ciri Kedelai dengan Kualitas Bagus

E. Kunci Sukses

  • Lakukan perkawinan sapi tepat waktu. Tujuannya agar setiap tahun dapat menghasilkan pedet dan kontinuitas produksi susu terjaga. Perkawinan dapat dilakukan dengan inseminasi.
  • Pemberian pakan bergizi dan porsi yang cukup. Manfaatkan pakan dengan yang mudah dicari dan harganya murah.
  • Buat jaringan pemasaran susu sapi. Bila mungkin dapat menjual susu sapi langsung ke konsumen dengan keuntungan lebih banyak.

 

Sumber: Buku 34 Bisnis Peternakan Hasilkan Jutaan Rupiah