Panen dan Pascapanen Jamur Tiram


Pertanianku – Pemanenan merupakan bagian dari budi daya yang selalu dinantikan oleh para pembudidaya jamur tiram. Untuk mendapatkanhasil yang maksimal, penanganan selama panen hingga pascapanen harus dilakukan dengan sebaik-baiknya.

Panen dan Pascapanen Jamur Tiram

Ciri-ciri jamur tiram yang sudah siap dan baik untuk dipanen diuraikan sebagai berikut.

  1. Berumur lebih dari 40 hari, dihitung sejak tubuh buah tumbuh.
  2. Bagian tepi jamur meruncing, tetapi belum mekar penuh/pecah.
  3. Berukuran cukup besar.
  4. Tidak mudah rusak.

Pemanenan yang baik adalah dengan menyertakan tubuh buah bersama akarnya, yakni dengan menggunakan cutter/pisau ataudengan cara mencabutnya. Hal ini dilakukan agar tidak ada bagian  jamur yang tertinggal dan mengalami pembusukan sehingga menjadipencetus penyakit. Sebaiknya, panen dilakukan pada pagi hari agar jamur masih dalam kondisi segar.

Dalam satu baglog, jamur tiram dapat dipanen sebanyak 4—6 kali. Setelah panen pertama, jamur akan tumbuh lagi dari baglog sekitar 2—7 hari setelah dipetik. Namun, lama dan jumlah panen pertama dengan panen selanjutnya akan berbeda karena nutrisi pada media semakin berkurang. Hal ini ditandai dengan semakinkecilnya ukuran tubuh buah. Hasil panen per baglog bisa mencapai 600 g dalam satu kali periode. Biasanya, satubaglog dapat digunakan selama enam bulan. Setelah itu, baglog diganti dengan yang baru.

Penanganan pascapanen jamur tiram antara lain penyortiran, pengemasan, dan pengangkutan. Kegiatan pascapanen harusdilakukan dengan baik agar jamur tiram yang dihasilkan berkualitas baik sehingga sesuai dengan permintaan pasar. Berikut beberapa tahapan agar produk jamur tiram yang dihasilkan berkualitas baik.

Baca Juga:  Tips Mudah Budidaya Tomat Organik
loading...
loading...