Panen Jeruk Baby Asal Malang Melimpah Ruah

Pertanianku — Di tengah pandemi Covid-19, buah menjadi salah satu kebutuhan yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk mendapatkan nutrisi vitamin secara alami agar bisa menjaga daya tahan tubuh. Sejak saat itu permintaan buah-buahan melonjak tinggi, apalagi saat ini buah lokal sedang menguasai pasar. Sontak hal tersebut menjadi kabar gembira bagi petani sekaligus penjual buah. Saat ini petani asal Malang sedang mengalami masa panen jeruk baby yang melimpah ruah.

jeruk baby
foto: pixabay

Djarwo, petani jeruk asal Desa Gadingkulon Kecamatan Dau Kabupaten Malang, Jawa Timur mengatakan, saat ini jeruk baby yang berasal dari kebunnya sedang mengalami masa panen yang melimpah dan hasil panen tersebut sangat mudah diserap oleh pasar karena animo masyarakat terhadap buah yang kaya akan vitamin C ini cukup tinggi.

Pada beberapa kesempatan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan momentum saat ini bisa menjadi peluang untuk mendongkrak komoditas sayur dan buah lokal.

Loading...

Hal tersebut memang terlihat pada harga jual buah di tingkat petani yang relatif bagus. Bahkan, Djarwo mengaku seluruh permintaan yang ada di pasar belum mampu ia penuhi semuanya.

“Pagi ini kami panen lagi jeruk baby. Begitu panen langsung diambil pedagang mitra. Harganya juga terbilang bagus, antara Rp8.000 sampai Rp11.000 per kilonya di petani. Pemasaran sampai saat ini terbilang mudah, lha wong tiap hari mobil-mobil pedagang wara-wiri nyari jeruk di sini,” tutur Djarwo seperti dikutip dari laman pertanian.go.id.

Kecamatan Dau yang terletak di kawasan lereng Gunung Kawi memang terkenal sebagai sentra penghasil jeruk unggul. Banyak komoditas jeruk yang dikembangkan di wilayah tersebut dan rata-rata adalah varietas Jeruk Keprok Batu-55, jeruk baby, dan jeruk siem madu.

Baca Juga:  Vamas 1, Singkong yang Bisa Ditanam di Lahan Masam

Panen raya komoditas jeruk di Kecamatan Dau diperkirakan akan berlangsung dari Juli—Agustus. Pada 2019 lalu, kecamatan tersebut berhasil menghasilkan panen buah jeruk sebanyak 74.355 ton dan jumlah tersebut merupakan jumlah tertinggi di Kabupaten Malang. Para petani setempat sudah bermitra dengan para pemasok di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.

Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian, Liferi Lukman menyebutkan permintaan jeruk sedang melonjak naik saat wabah Covid-19. Hal ini dikarenakan meningkatnya kesadaran masyarakat bahwa mengonsumsi buah itu penting.

 

 

Loading...
Loading...