Panen Melimpah, Jagung Produksi Sumbawa Diekspor ke Filipina


Pertanianku — Selama tujuh tahun terakhir, baik luas tanam maupun produktivitas jagung melonjak pesat di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Maka dari itu, jagung produksi Sumbawa tersebut akan diekspor ke negara tetangga.

jagung produksi Sumbawa
Foto: Google Image

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi, akan melepas ekspor jagung dari Kabupaten Sumbawa sejumlah 11.500 ton dari Pelabuhan Badan, Sumbawa, Selasa (20/3/2018). Jagung tersebut akan diekspor ke negara tetangga, yakni Filipina.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Tarunawan menjelaskan, target jagung yang akan diekspor tahun ini mencapai 35.000 ton.

Pada 2017, Sumbawa menghasilkan jagung dari areal seluas 97 ribu hektare, dengan rata-rata hasil panen sejumlah tujuh kilogram per hektarenya. “Lebih kurang 700.000 ton jagung dihasilkan Kabupaten Sumbawa,” kata Tarunawan di kantornya, seperti dikutip Kompas, Senin (19/3/2018).

Pada 2015, Provinsi Nusa Tenggara Barat telah mengekspor jagung dari Pelabuhan Badas, Sumbawa, sejumlah 134.000 ton. Jagung tersebut berasal dari lahan petani di Bima, Dompu, dan Sumbawa.

Setelah itu, pada 2017, budidaya jagung dikembangkan di lahan seluas 400.000 hektare di NTB, utamanya di Pulau Sumbawa. Jagung dibudidayakan di areal persawahan seluas 215.553 hektare dan lahan bukan sawah seluas 185.000 hektare.

Biasanya, hasil panen Sumbawa ditampung oleh pabrik pakan ternak yang ada di Pulau Jawa. Namun selama Maret dan April, pabrik pakan ternak tersebut belum menyerap jagung dari petani Sumbawa.

Sepanjang awal tahun ini, pabrik pakan ternak masih memanfaatkan stok jagung akhir tahun lalu. Oleh karena itu, Sumbawa mengirimkan jagungnya ke luar negeri.

Baca Juga:  Ekspor Komoditas Pertanian Tembus Rp1.062 Triliun