Panen Padi di Wilayah Ini Melimpah


Pertanianku – Sejumlah daerah di Pulau Jawa diketahui sebagai sentra produksi padi terbesar di Indonesia. Salah satu daerah sentra produksi padi tersebut, yakni di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, bersiap melakukan panen padi.

Foto: pixabay

Potensi panen se-kabupaten tersebut pada Oktober ini diperkirakan mencapai 4.000 hektare (ha) yang tersebar di wilayah Brebes Tengah dan Brebes Selatan.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementerian Pertanian, Momon Rusmono, yang belum lama ini mengunjungi dua desa di Kabupaten Brebes bersama Bulog subdivre Pekalongan dan Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Brebes.

Dua desa itu antara lain Dukuh Maja, Kecamatan Songgom, dan Desa Ciawi, Kecamatan Banjarharjo yang terletak di Kabupaten Brebes bagian tengah.

“Dukuh Maja ada sekitar 170 ha dan di Desa Ciawi ada sekitar 102 ha. Petani biasanya sudah menjualnya dalam bentuk gabang kering giling (GKG),” ujarnya, seperti dilansir dari Republika (3/10).

Kedua desa tersebut diprediksi akan memulai panen pada pekan kedua Oktober ini.

Tak hanya mengunjungi sawah yang siap panen, Kabadan SDM Pertanian juga mempertemukan petani dengan mitra Bulog dan satker Bulog untuk menunjukkan Kabupaten Brebes memiliki potensi panen yang bisa diserap.

“Apakah nanti mitra datang ke sini, atau satker sendiri dipersilakan selama harga mencukupi, petani tidak rugi, stok Bulog ada, dan penggilingan bisa dapat untung,” kata Momon, dalam siaran pers.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Brebes, Budhiarso, mengatakan potensi panen paling banyak terdapat di Brebes Selatan.

“Antara lain di Kecamatan Salem ada sekitar 800 ha pada Oktober dan 1.000 ha pada November mendatang. Kemudian di Bumiayu di Oktober ini ada 700 ha,” tuturnya.

Baca Juga:  Nilai Tukar Petani Naik Sebesar 0,61 Persen

Diakui Budhiarso, sentra padi Kabupaten Brebes berada di bagian selatan.

“Kalau dikonversi ke beras, Kabupaten Brebes bisa menyumbang sekitar 20 ribu ton. Nanti November bisa lebih tinggi lagi sekitar 6.200 ha atau setara 31 ribu ton,” lanjut Budhiars.

Hasil panen yang melimpah tersebut diharapkan lanjut Budhiarso bisa menyumbang serapan gabah dan beras bagi cadangan stok nasional di gudang Bulog, setidaknya 10 persen dari panen.

Menanggapi hal tersebut, Kasubdivre Pekalongan, Muhson, mengatakan akan melakukan koordinasi dengan mitra dan satker.

“Kita dorong mitra Bulog untuk bisa penggilingan dan serap dengan kualitas yang ada,” tutupnya.

loading...
loading...