Panen Padi Gogo Rancah di Lebak Capai 6 Ton per Hektare


Pertanianku — Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan kering atau lahan tadah hujan. Salah satunya, dengan budidaya padi gogo rancah.

padi gogo rancah
Foto: Google Image

Pada budidaya ini, kebutuhan air untuk tanaman sangatlah minim. Selain itu, budidaya gogo rancah memiliki beberapa keunggulan lainnya. Di antaranya penghematan tenaga kerja, baik saat tanam maupun saat pemeliharaan sehingga sangat menghemat waktu. Benih juga dapat ditanam langsung pada lahan tanpa disemai terlebih dahulu.

Budidaya ini juga mempercepat waktu tanam sehingga dapat meningkatkan IP Padi. Lahan tadah hujan yang biasanya ditanami satu kali pun dapat ditanam menjadi dua kali.

Dilansir dari Antara News, BPTP Banten melakukan kegiatan diseminasi teknologi budidaya padi gogo rancah di lahan Poktan Sri Mukti II yang berada di Desa Bejod, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak. Upaya tersebut dilakukan dalam rangka memanfaatkan lahan-lahan tadah hujan.

Penanaman menggunakan Varietas Inpari 10, 42, dan 43. Panen perdana kegiatan tersebut dilakukan pada Senin (22/1/2017) dengan hamparan lahan seluas 25 hektare pada Varietas Inpari 10. Produktivitas yang dihasilkan cukup memuaskan, yaitu mencapai 6 ton per hektare. Jumlah tersebut mendekati potensi maksimal dari budidaya Varietas Inpari 10, yaitu 7 ton per hektare.

Berdasarkan sumber literatur dari Badan Litbang Pertanian, rata-rata hasil yang dapat diperoleh dari varietas tersebut adalah 4,8 ton per hektare. Dengan demikian, hasil ini layak untuk didiseminasikan kepada petani lainnya di Banten yang memiliki lahan kering atau lahan tadah hujan.

Inpari 10 merupakan salah satu padi jenis Varietas Unggul Baru (VUB) yang memiliki sifat tahan terhadap cekaman kekeringan, sedikit tahan terhadap hama Wereng Batang Coklat biotipe 1 dan 2, dan sedikit tahan terhadap Hawar Daun Bakteri strain III. Dengan sifat-sifat tersebut, memungkinkan produktivitas yang dihasilkan tetap tinggi meskipun varietas lain mendapat serangan hama yang merugikan

Baca Juga:  Cara Budidaya Ketumbar yang Belum Diketahui Banyak Orang

Dua varietas lainnya di lokasi demplot adalah Inpari 42 dan 43 yang akan dipanen  sekitar 12—14 hari lagi. Harapannya, kedua varietas tersebut juga menghasilkan produktivitas yang bagus.