Panen Padi Petani Terhalang Cuaca yang Tak Menentu


Pertanianku – Hujan lebat yang sebulan terakhir ini mengguyur tanah air memengaruhi produksi gabah di petani. Harga gabah diperkirakan anjlok karena curah hujan tinggi, yang membuat kualitas gabah buruk karena mengandung air seperti harga gabah di Kabupaten Indramayu yang anjlok. Hujan membuat penjemuran gabah menjadi sulit dilakukan.

“Saat hujan terus turun, petani sulit menjemur gabah. Tengkulak pun tidak datang sehingga harga gabah menjadi turun,” tutur Sutatang, Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, seperti melansir Republika (27/2).

Sutatang menyebutkan, hal itu seperti yang terjadi di Kecamatan Kroya. Hujan yang turun saat panen, membuat harga gabah kering panen (GKP) di daerah tersebut hanya berkisar antara Rp3.600—Rp3.700 per kg. Bahkan, untuk gabah varietas IR Kebo, harganya hanya Rp3.500 per kg.

Besaran harga itu lebih rendah dari harga pembelian pemerintah (HPP). Untuk HPP GKP, mencapai Rp3.700 per kg di tingkat petani. Sementara itu, HPP untuk gabah kering giling (GKG) sebesar Rp4.600 per kg di penggilingan dan Rp4.650 per kg di gudang Bulog. Namun, saat cuaca kembali panas, harga gabah di daerah tersebut kembali naik, yakni menjadi Rp3.800—Rp4.000 per kg.

“Jadi harga gabah tergantung cuaca. Kalau hujan, harga gabah memang turun. Tapi saat cuaca panas, harga gabah kembali naik,” tambahnya.

Lebih lanjut Sutatang mengatakan luas areal yang sudah panen di Kabupaten Indramayu mencapai sekitar 35 persen. Di antaranya tersebar di Kecamatan Kroya, Haurgeulis, Terisi, Tukdana, Bangodua, Bongas, Patrol, dan Sukra.

Hal serupa juga dialami oleh seorang petani di Kecamatan Kroya, Juroh mengakui sulitnya penjemuran gabah di saat cuaca hujan. Bahkan, jika hujan terus-menerus turun, kualitas gabah akan menurun hingga harganya pun menjadi anjlok.

Baca Juga:  Gunung Agung Terus Mengeluarkan Lava dan Mengalir ke Kawah

“Cari pembeli juga susah kalau hujan terus turun,” ujar Juroh.

Di Lampung, harga GKP di tingkat petani masih di atas harga pembelian pemerintah (HPP). Tingginya harga gabah, menurut Mulyono, petani di Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, karena belum semua petani memasuki masa panen sehingga stok gabah masih sulit didapat.

“Harga masih tinggi karena gabah masih sulit, belum panen raya,” ujarnya.

Harga GKP di tingkat petani Kecamatan Tegineneng mencapai Rp4.950 per kg. Sementara itu, HPP GKP hanya Rp3.700 per kg. Petani setempat mengaku harga tersebut sesuai dengan kondisi saat ini, karena belum memasuki masa panen. Namun, jika masa panen raya sekitar bulan Maret mendatang, harga GKP anjlok.

Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung mencatat, harga GKP di tingkat petani pada sentra produksi beras di Lampung sudah mencapai Rp4.950 per kg, sedangkan di tingkat penggilingan mencapai Rp5.000 per kg. Adapun harga beras di tingkat penggilingan dihargai sekitar Rp9.800 per kg.

loading...
loading...