Pare Belut: Obat Herbal untuk Mengobati Luka

Pertanianku — Jika Anda biasanya hanya melihat pare yang berukuran sepanjang 3—10 cm, buah pare belut bisa memiliki panjang hingga 1 meter lebih. Umumnya, pare belut memiliki panjang 75—150 cm dengan diameter 2—4 cm berwarna kehijauan. Saat masih muda, pare belut berwarna  jingga, sedangkan pada saat masak akan timbul bercak putih pada bagian kulitnya. Biji buah berbentuk pipih dan berwarna putih kekuningan.

pare belut
foto: http://kampungkb.bkkbn.go.id/

Bagian yang bisa dimanfaatkan menjadi obat herbal adalah akar dan kulit batang. Pada tanaman pare belut mengandung ekstrak etanol yang mengandung alkaloid, tannin dan polifenol, saponin, kardenolin atau bufadienol, dan flavonoid.

Kandungan yang dimiliki tanaman pare belut tersebut dapat digunakan untuk mengobati luka pada kulit. Bagian tanaman yang sering digunakan adalah biji, buah, dan akar. Buah pare belut dapat digunakan sebagai obat cacing dan pencahar.

Loading...

Uniknya, tanaman ini juga bisa dijadikan bahan pengganti sabun yang bisa membersihkan kulit dari kotoran dan kuman yang berbahaya.

Untuk mengobati luka, gunakan lebih kurang 5 gram akar pare belut, lalu rebus dengan 3 gelas air selama 20 menit. Setelah dingin, saring ramuan dan gunakan untuk mencuci bagian luka baru atau luka lama hingga bersih.

Di beberapa daerah nama tanaman ini berbeda-beda, seperti di Sunda lebih dikenal dengan paria belut atau paria ular, sedangkan di Jawa dikenal dengan pare welut. Nama Latin tanaman ini adalah Trichosantes cucumerina L: snake ground.

Tanaman ini tumbuh memanjang yang panjangnya bisa mencapai lebih dari 3 m. Batangnya berbentuk bulat, teksturnya lunak, bagian permukaannnya kasar, dan berwarna hijau.

Tanaman pare belut memiliki daun tunggal, berseling, lonjong dengan bagian tepi daun yang rata dan ujung yang runcing. Bunga tanaman ini tumbuh di ketiak daun dengan kelopak yang berbentuk cawan, berwarna hijau, dan mahkotanya berbentuk oval.

Baca Juga:  Memahami Pengertian Tanaman Sayur

Hingga saat ini belum ditemukan literatur yang membahas efek samping yang negatif dari penggunaan herba ini sebagai obat herbal untuk mengobati luka, mengatasi cacingan, dan sebagai obat pencahar. Namun, tidak disarankan untuk menggunakannya dalam dosis berlebih tanpa adanya rekomendasi dari dokter atau herbalis.

Loading...
Loading...