Pasar Ikan Fandoi, Upaya Pemerintah Menggairahkan Ekonomi Biak Numfor

Pertanianku Pasar Ikan Fandoi baru saja diresmikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Peresmian tersebut juga dihadiri oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan perwakilan dari JICA, Mr. Takatoi dan Mr. Itagaki.

pasar ikan fandoi
foto: Pixabay

Pasar ikan yang dilengkapi dengan dermaga ini terletak di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Biak Numfor, Papua. Pengoptimalisasian SKPT bertujuan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

“Melalui bantuan berbagai pihak, kini Kabupaten Biak Numfor telah memiliki pasar ikan Fandoi dengan dermaga yang membantu nelayan lokal tambat labuh. Saya yakin dengan adanya fasilitas ini maka akan menggerakkan perekonomian masyarakat di Papua, khususnya di Kabupaten Biak Numfor,” tutur Sakti Wahyu Trenggono seperti dikutip dari laman kkp.go.id.

Pasar ikan Fandoi dibangun melalui kerja sama antara Pemerintah Jepang dan Pemerintah Indonesia melalui Official Development Assistance (ODA) dari Japan International Cooperation Agency (JICA).

Trenggono optimis roda perekonomian Indonesia Timur bisa dipacu dengan kegiatan perikanan di SKPT Biak Numfor. Kawasan tersebut akan menjadi pusat pendaratan hasil tangkapan nelayan dari Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 717. Tak hanya itu, kawasan tersebut juga akan menjadi daerah pengolahan hasil perikanan.

Trenggono menambahkan, pengoptimalan kinerja SKPT Biak Numfor bisa menjadi pemacu untuk meningkatkan ekspor perikanan dari wilayah Indonesia Timur. Saat ini komoditas perikanan asal WPPNRI 717 yang bernilai ekonomi tinggi adalah tuna, tongkol, cakalang, kerapu, kepiting, dan lobster.

SKPT Biak Numfor memiliki sarana dan prasarana berupa gudang beku terintegrasi dengan kapasitas daya tampung mencapai 200 ton. Selanjutnya, ada juga pusat pelelangan ikan, kendaraan berpendingin, chest freezer, dan cool box.

Ekspor perdana dari kawasan ini sudah dilakukan pada 28 Agustus lalu dengan negara tujuan Singapura. Komoditas yang diekspor antara lain tuna loin 150 kg, kepiting 350 kg, dan lobster 30 kg. Pengiriman komoditas tersebut dilakukan melalui jalur darat. Ekspor perdana tersebut menjadi langkah awal bagi Kabupaten Biak Numfor untuk memasarkan produknya ke luar negeri.

Baca Juga:  Budidaya Kodok, Hewan Amfibi Bernilai Ekonomi