Pasar Tetap Sepi Walau Harga Pangan Stabil Saat Ramadan


Pertanianku — Hingga kini, masih belum terlihat adanya kenaikan harga yang signifikan pada komoditas pangan di pasar. Walaupun harga pangan stabil, pedagang mengeluh karena permintaan pasar lebih sepi dibandingkan Ramadan tahun sebelumnya.

harga pangan stabil
Foto: Google Image

Menurut CNN Indonesia, sejumlah harga bahan pangan di Pasar Puri Indah, Jakarta Barat terpantau stabil. Salah satu pedagang, Sutiyatmi (55 tahun) menyebutkan, harga barang-barang justru mengalami kenaikan dua minggu sebelum memasuki Ramadan.

Misalnya saja harga bawang merah yang naik Rp5 ribu per kilogramnya yang semula Rp45 ribu per kilogram menjadi Rp50 ribu per kilogram. Kemudian bawang putih naik Rp3 ribu per kilogram, dan cabai naik Rp5 ribu per kilogram.

“Harga-harganya sudah naik sejak dua minggu lalu. Sekarang terpantau stabil, tapi pembeli (di Ramadan) tidak seramai tahun sebelumnya,” ujar Suyatmi.

Pendapat serupa juga dikemukakan oleh pedagang daging sapi, Anton (43 tahun). Ia mengatakan, harga daging sapi yang dijualnya naik dua minggu sebelum memasuki Ramadan. Namun, kini harganya terpantau stabil. Saat ini, ia menjual daging sapi dengan harga Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram sejak dua minggu lalu. “Kalau dari hari pertama puasa sampai sekarang harganya tetap, belum naik,” ujar Anton.

Sepinya pembeli tak hanya terjadi di Pasar Puri Indah, tetapi juga di sejumlah pasar lainnya. Hal ini dikonfirmasi oleh Ikatan Pedagang Pasar Tradisional (IKAPPI) yang melakukan pengamatan terhadap permintaan pasar di beberapa daerah di Indonesia. Mereka menemukan fakta bahwa permintaan terhadap bahan pangan cenderung menurun dibandingkan Ramadan tahun lalu.

“Di sini terjadi penurunan daya beli masyarakat,” kata Ketua Umum IKAPPI Abdullah Mansuri.

Ia pun menyebutkan, penjual ayam di pasar yang biasanya menjual 10 kuintal daging, saat ini hanya mampu menjual sekitar tujuh kuintal. Selain itu, walau kenaikan harga jual barang pangan dinilai tidak terlalu signifikan, Abdullah mengatakan bahwa harga-harga tersebut mayoritas masih berada di atas Harga Eceran Teratas (HET) yang ditetapkan oleh Pemerintah.

Baca Juga:  Cara Praktis Mengetahui Buah Matang