Pasar Tradisional Kediri Mulai Dibanjiri Bawang Impor


Pertanianku — Menjelang Ramadan 2018, Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada Senin (7/5) melakukan pemantauan harga bahan pokok di Pasar Induk Pare. Saat melakukan pemantauan, didapati bawang impor mulai membanjiri pasar tersebut.

bawang impor
Foto: Google Image

Melansir Republika, tim satgas mendatangi lapak jualan milik Siti Munawaroh dan melakukan dialog yang hasilnya diketahui bahwa ada bawang merah impor dari Pakistan. Harga jual bawang impor lebih murah ketimbang lokal.

“Harganya Rp15 ribu per kilogram, sedangkan yang bawang merah lokal Rp20 ribu per kilogram. Namun, bawang merah impor ini adanya hanya antara Februari hingga Juni, setelah itu akan habis dengan sendirinya,” kata Siti.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa bawang merah impor ini juga cukup disukai pembeli. Hal itu dibuktikan dari banyaknya pelanggan yang membeli bawang merah impor, sebab dari sisi harga ada selisih yang cukup banyak. Meski begitu, Siti menyebutkan banyak juga masyarakat yang tetap memilih membeli bawang merah lokal. Itu karena kualitas dan rasanya yang dinilai berbeda.

Akan tetapi, menurut hasil pemantauan tim, bawang merah lokal kini relatif turun harganya, hanya sekitar Rp27 ribu per kilogram di pedagang kecil dan pedagang besar sekitar Rp20 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih mengatakan, tim sengaja turun memantau harga bahan pokok. Sebab, tugas tim satgas pangan adalah melakukan monitoring, evaluasi, dan membina para pedagang terkait bahan-bahan pokok yang ada di pasar dan gudang-gudang penyimpanan barang.

“Ke depannya nanti agar tidak terjadi inflasi, kami juga akan mengagendakan sidak-sidak secara berkelanjutan mulai menjelang Ramadhan, Lebaran 2018, dan Tahun Baru. Tujuan kami tidak mencari kesalahan atau apa pun itu, tetapi wajib memberikan pembinaan kepada para pedagang agar berjualan tidak menyalahi aturan yang ada,” jelasnya.

Baca Juga:  Indonesia Kembangkan Pangan Lokal Menuju Lumbung Pangan 2045

Ia menuturkan, hasil dari sidak ini juga akan menjadi evaluasi tersendiri. Para pedagang dan konsumen tidak akan saling dirugikan. Sebab, harga bahan pokok terkendali, terutama dari serbuan bahan impor.

“Harapan kami dengan adanya kegiatan ini kita bisa melindungi para pedagang, konsumen dan para petani lokal agar tidak merugi. Jika barang-barang impor masuk dengan tidak terkendali maka akan membuat harga hancur. Pedagang dan petani sebagai produsen pasti mengalami dampaknya,” ujar Tutik.