Pasca Idulfitri Stok dan Harga Bawang Merah Terpantau Aman

Pertanianku — Kementerian Pertanian telah berhasil mengendalikan pasokan dan harga 11 komoditas pangan strategis menjelang hingga pasca Idulfitri 1442 H. Komoditas aneka cabai dan bawang merah sudah terpantau aman dan tidak bergejolak pada Lebaran tahun ini. Menjelang dan pasca Lebaran memang menjadi waktu yang paling riskan untuk mengalami pergejolakan stok dan harga komoditas pangan.

bawang merah
foto: Pertanianku

Namun, tahun ini ternyata hampir sebagian besar komoditas terpantau stabil, baik dari stok maupun harga. Bahkan, harga di Pasar Induk Kramat Jati telah berangsur turun 3 hari menjelang Lebaran hingga Senin (17/5) kemarin.

Harga komoditas bawang merah dan bawang putih cenderung stabil menjelang hingga pasca Lebaran. Harga bawang merah berada pada kisaran Rp20 ribu—Rp23 ribu per kg dan bawang putih sekitar Rp18 ribu—Rp19 ribu per kg.

Dilansir dari hortikultura.pertanian.go.id, Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari kinerja semua pihak. Kementerian Pertanian sendiri telah berupaya mengalkulasikan kebutuhan dan ketersediaan secara tepat sejak Januari 2021 serta melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi stok.

“Kita patut berbangga hati atas keberhasilan itu, namun tak boleh lengah mengawal pertanaman dan produksi untuk memastikan ketersediaan Iduladha juga aman,” ujar Prihasto.

Upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Ditjen Hortikultura Kementan antara lain mengawal dan memastikan luas tanam bawang merah di Januari hingga Februari mencukupi kebutuhan produksi April hingga Mei. Pasalnya, Kementan telah memprediksi bahwa produksi bawang merah di April hingga Mei tidak akan mencukupi kebutuhan di bulan tersebut, tetapi secara kumulatif masih bisa dipenuhi dari stok bulan sebelumnya serta ditopang dari hasil panen yang berlimpah di Madura untuk pengamanan stok di off season.

Ditjen Hortikultura juga telah mengalokasikan bantuan pengembangan kawasan bawang merah seluas 3.000 hektare dan bawang putih 2.500 hektare serta melakukan Gerakan Pengendalian OPT dan Dampak Perubahan Iklim (DPI) pada beberapa wilayah sentra cabai bawang agar produksi tetap terjaga dengan baik.

Baca Juga:  KKP Dukung Pemda Maros Dorong Produktivitas Tambak Masyarakat