Pascagempa dan Tsunami Palu: Perekonomian Setempat Lumpuh


Pertanianku — Pascagempa dan tsunami yang menerjang Palu-Donggala, Jumat (28/9), perekonomian setempat hingga saat ini mendadak lumpuh. Pasar dan toko-toko sembako yang biasanya menyediakan bahan pokok pun belum buka sejak bencana itu terjadi.

Pascagempa dan tsunami
Foto: Google Image1

Hingga kini, warga masih bertahan di tenda-tenda pengungsian dan mengamankan diri ke tempat yang lebih tinggi juga menghindari gedung-gedung bertingkat. Sehari berselang setelah gempa, kebanyakan warga bertahan di luar rumah dengan membuat tenda sementara.

Puluhan warga korban gempa Kota Palu, Minggu pagi (30/9/2018) mengambil barang di Minimarket Alfamidi yang terletak di Jalan Juanda, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Penjarahan itu dilakukan di depan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto.

Saat itu, Wiranto bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hendak menggelar rapat di kantor Komando Rayon Militer Tadulako, Kota Palu. Warga secara tertib dan bergantian mengambil semua barang-barang yang bisa dikonsumsi karena hingga saat ini bantuan logistik belum merata diterima para korban gempa.

“Jangan foto kami,” teriak warga seraya menunjuk ke arah rombongan wartawan yang ikut bersama Wiranto ke kantor Korem Tadulako Kota Palu.

Peristiwa penjarahan ini terjadi sejak sehari setelah gempa dan tsunami menerjang Palu pada Jumat (28/9) sore lalu. Di Bandara Mutiara Sis Aljufri pada Sabtu siang kemarin, misalnya, warga membobol minimarket yang ada di bandara dan mengambil semua barang yang bisa mereka konsumsi.

Aksi itu berlanjut di tempat lain, yakni Sabtu (29/9) malam, warga melakukan pembobolan minimarket yang tepat berada tepat di depan RS Wirabuana TNI AD Kota Palu. Barang-barang di minimarket itu ludes tanpa sisa diambil oleh warga. Beberapa minimarket lainnya di pusat Kota Palu pun telah ludes.

Baca Juga:  Bantuan Rp25 Miliar Dilepas Mentan untuk Korban Bencana Sulteng

Menanggapi hal itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memastikan tidak ada penjarahan di beberapa toko serba ada dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di lokasi terdampak gempa bumi dan tsunami di Palu-Donggala. Ia pun berjanji, pemerintah akan mengganti kerugian yang diambil warga.

“Bandara kondisi runtuh, tidak ada yang menunggu, listrik mati. Halaman bandara buat pengungsi. Ada toko di bandara yang rusak akibat gempa, makanan dan minuman berhamburan kemudian diambil masyarakat. Jadi, bukan penjarahan, saya melihat kejadian itu,” kata Tjahjo seperti dikutip Antara, Minggu (30/9/2018).