Pasokan Cabai Tahun Ini Diprediksikan Aman Meski Sempat Mengalami Kenaikan

Pertanianku — Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto menjelaskan bahwa Direktorat Jenderal Hortikultura bersama pelaku usaha cabai optimis pasokan cabai tahun ini aman. Begitu pun untuk bulan Ramadan dan Idulfitri yang akan datang.

pasokan cabai
foto: Pertanianku

Kondisi tersebut diketahui melalui koordinasi yang dilakukan bersama pelaku usaha cabai di wilayah sentra-sentra besar di Jawa.

“Untuk menghadapi Ramadan dan Idulfitri kita harus pastikan agar cabai tersedia dalam jumlah yang cukup. Gejolak harga yang terjadi beberapa bulan ini tidak berlanjut hingga memasuki bulan puasa nanti,” tutur Sesditjen Hortikultura, Retno Sri Hartati Mulyandari seperti dikutip dari laman hortikultura.pertanian.go.id.

Retno mengajak seluruh petani cabai untuk bersinergi dengan pemerintah dalam menjaga ketersediaan cabai.

“Cabai itu tidak bisa disimpan di gudang. Stoknya di lapangan dalam bentuk standing crop. Kepemilikannya adalah petani, maka kami berharap agar petani bersinergi dengan Ditjen Hortikultura dalam mewujudkan stabiliasai pasokan dan harga,” jelas Retno.

Berdasarkan koordinasi tersebut telah terkonfirmasi bahwa pasokan aneka cabai aman. Potensi luas panen cabai rawit pada April sekitar 5.851 hektare, Mei 10.178 hektare. Sementara itu, cabai keriting pada April sekitar 3.410 hektare dan Mei sekitar 3.304 hektare, serta cabai besar pada April sebesar 3.345 hektare dan Mei 2.200 hektare. Luas panen cabai rawit tersebut diprediksi akan terus meningkat.

“Meskipun kondisi panen di Blitar saat ini mengalami penurunan akibat efek berantai sejak pandemi Covid-19, namun diprediksi luas panen cabai rawit akan terus meningkat,” ujar Sarwi, pelaku usaha cabai asal Blitar.

Darno, petani asal Magelang juga sependapat dengan Sarwi. Darno mengatakan bahwa volume cabai yang dikirim dari Magelang ke Jakarta saat ini kurang lebih sebanyak 30 truk dengan kapasitas angkut per truk sebesar 6,5 ton. Artinya, total pengiriman yang baru saja dilakukan sebesar 195 ton.

Baca Juga:  Pengembangan Kampung Pisang untuk Meningkatkan Kualitas Pisang Ekspor

Saat ini Ditjen Hortikultura telah menyusun tiga rencana untuk mengatasi fluktuasi harga cabai, di antaranya peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi produk turunan cabai, serta penguatan sistem cadangan dan sistem logistik.