Pebisnis Muda Hasilkan Uang dari Limbah Tongkol Jagung

Pertanianku — Tahukah Anda bahwa limbah tongkol jagung memiliki nilai ekonomis yang tak kalah tinggi dengan biji jagungnya? Ya, sebagian besar petani menganggap tongkol jagung hanya sebagai limbah yang harus dibuang. Padahal, jika sedikit berinovasi, sesuatu yang dianggap limbah itu bisa menghasilkan pundi-pundi uang.

limbah tongkol jagung
Foto: Pixabay

Melansir Republika, seorang pengusaha muda kelahiran Jakarta, yakni Dean Novel, menjadikan tongkol jagung dapat menghasilkan dolar. Hal tersebut dipaparkan Dean ketika menyampaikan presentasi di hadapan Dirjen Tanaman Pangan Kementan, pada acara Sinergitas dan Akselerasi Ekspor Komoditas Pangan, di kantor Ditjen Tanaman Pangan Pasar Minggu, pekan lalu.

Ia menekuni bisnis pertanian sejak 2009. Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Pancasila ini tidak pernah bersinggungan dengan dunia pertanian. Akan tetapi, peluang dari program pembangunan pertanian membuatnya fokus di bisnis jagung mulai dari hulu hingga hilir.

Loading...

Di hulu, dia mulai mengembangkan tanaman jagung 200 hektare di kebun inti sekitar Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kemudian membangun kemitraan dengan 7.200 kepala keluarga petani jagung melalui Koperasi Dinamika Nusra Agribisnis, dengan luasan tanaman jagung 7.000 hektare, kebun plasma.

Awalnya, ia fokus pada bisnis jagung pipilan untuk pakan ternak dengan perlakuan stok gudang. Akhirnya, berdiri PT DNA yang mengembangkan produksi jagung khusus substitusi impor, berupa jagung rendah aflatoksin, dan kegiatan agribisnis jagung yang dikembangkan Dean.

Kegiatan ini menghasilkan limbah berupa tongkol jagung antara 200 hingga 300 kg dari setiap ton jagung pipilan basah. “Limbah jagung ini akhirnya menjadi masalah,” ujar Dean. Apa harus membangun gudang hanya untuk limbah, biasanya limbah ini paling banter jadi arang pembakar sate atau ikan.

Namun, untuk jadi arang harus dijemur kering dan permintaannya juga rendah. Sampai akhirnya PT DNA, mendapat informasi adanya peluang pasar ekspor tongkol jagung untuk dijadikan media tanam budidaya jamur di Korea.

Baca Juga:  6 Antibiotik Alami Berkhasiat Tinggi

Lahirlah corncobs meal yang terlihat sederhana, tapi membuatnya tidak mudah, khususnya untuk memenuhi spesifikasi ekspor ke Korea Selatan. “Selama ini hanya Cina dan Vietnam yang memasok kebutuhan corncobs meal, dari Indonesia hanya PT Datu Nusa Agribisnis,” papar Dean.

“Setiap bulan kita ekspor 200 hingga 400 ton, rata-rata 300 ton, setiap bulannya dengan harga 135,00 USD per metrik ton, semua kita pasok dari Lombok, hingga saat ini buyer dari Korea, puas memakai produksi kita,” papar Dean Novel.

Loading...
Loading...