Peluang Besar Pasar Minyak Atsiri Serai Wangi

Pertanianku— Peluang pasar minyak atsiri tergolong terus naik setiap tahunnya. Hal ini dikarenakan perkembangan tren back to nature yang mulai dipilih oleh banyak orang. Salah satu tanaman yang berpotensi menjadi bahan baku minyak atsiri adalah serai wangi. Selain itu, minyak atsiri juga bisa didapatkan dari cengkih dan nilam.

serai wangi
foto: Trubus

Melansir dari Majalah Trubus edisi 619, Edi Pratama, produsen minyak atsiri dari serai wangi, mampu memproduksi sebanyak 150–200 kg per bulan. Harga minimal minyak serai wangi ialah Rp170.000 per kg dan laba yang bisa ia dapatkan minimal Rp5,1 juta. Minyak yang dihasilkan olehnya dikirim ke industri kimia aromatik.

Dahulu, pemain komoditas minyak atsiri hanya sebatas penyuling dan eksportir. Kini, minyak tersebut mulai digandrungi oleh penjualan ritel, pasalnya banyak konsumen yang menyukai minyak esensial siap pakai.

Serai wangi dianggap lebih cepat menghasilkan dibanding cengkih dan nilam. Apalagi, perawatan serai wangi tergolong lebih mudah. Namun, cengkih dan nilam juga terbilang berpotensi menghasilkan minyak atsiri.

Praktisi bidang minyak atsiri dan kimia bahan alam di Kabupaten Bantul, Martsiano Dirgantara atau lebih akrab disapa Ano, kini mengembangkan kebun nilam pada puluhan hektare lahan yang tersebar di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat. Hasil perkebunannya disuling sendiri menjadi minyak. Namun, Ano tidak melayani penjualan ritel karena dinilai kurang efisien.

Minyak esensial menjadi salah satu kebutuhan yang pasti dibutuhkan selama manusia masih hidup. Minyak ini menjadi bahan campuran produk pembersih badan, seperti pasta gigi, sabun, dan parfum.

Ketika pandemi Covid-19 melanda, kebutuhan minyak meningkat sebanyak 10–20 persen. Terutama, kebutuhan minyak esensial untuk bahan dasar campuran disinfektan dan penyegar ruangan. Salah satu bukti kenaikan permintaan tersebut terjadi pada Maret 2020, masih melansir dari Majalah Trubus edisi 619, tercatat ekspor minyak atsiri dari Indonesia ke Swiss meningkat lebih dari 300 persen.

Baca Juga:  Tips Pemeliharaan Pohon Kemiri agar Tumbuh Subur

Namun, usaha minyak atsiri harus dijalankan dengan strategi yang tepat. Pasalnya, bidang bisnis ini tergolong sulit sehingga Anda perlu memulai dengan langkah yang benar agar bisa merasakan manisnya cuan dari bisnis minyak esensial.

Pemula lebih disarankan untuk menanam nilam, cengkih, dan serai wangi bila memiliki lahan. Pasokan bahan baku yang memadai menjadi salah satu kunci keberhasilan bisnis. Apabila modal yang Anda miliki terbatas, sebaiknya fokus pada sektor hulu, yakni membudidayakan tanaman penghasil minyak. Apabila modal yang Anda miliki cukup banyak, Anda bisa merambah sektor penyulingan.