Peluang NTT untuk Kembangkan Peternakan Lahan Kering


Pertanianku — Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki iklim dengan musim kemarau yang lebih mendominasi dibandingkan musim hujan. Oleh karena itu, wilayah ini disebut berpeluang untuk mengembangkan peternakan lahan kering.

peternakan lahan kering
Foto: Pixabay

Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Diana A Wun saat seminar nasional Fakultas Kedokteran Hewan Undana ke-4. Acara tersebut mengusung tema “Budidaya Ternak di Lahan Kering Kepulauan”.

Di NTT, curah hujan hanya berlaku tiga sampai empat bulan. Sementara, delapan sampai sembilan bulan berikutnya kering atau tidak ada hujan. Curah hujan yang sedikit ini memengaruhi sistem peternakan di NTT, yakni peternakan lahan kering dengan pola pemeliharaan semi-intensif tradisional atau ekstensif.

Panjangnya musim kemarau di NTT seringkali menjadi masalah bagi peternak karena kurangnya ketersediaan bahan pakan di padang penggembalaan. Akibatnya, asupan gizi ternak tidak tercukupi dan jadi penyakit tersendiri.

“Budidaya ternak lahan kering merupakan salah satu ciri khas di wilayah NTT, sebab di daerah lain itu tidak ada lahan kering,” ungkap Diana, Sabtu (1/12).

Undana sendiri berkepentingan untuk mengoptimalkan peternakan kondisi daerah kering, dengan membuat aneka inovasi dan penelitian. Oleh karena itu, diharapkan budidaya ternak di daerah lahan kering menjadi lebih optimal.

Untuk itu, dalam seminar tersebut Undana mengundang sejumlah pakar peternakan seperti Kepala Dinas Peternakan NTT Danny Suhadi, Ketua Asosiasi Medik Reproduksi Veteriner Indonesia Agung Budiyanto.

Kemudian, perwakilan PT Charoen Pokphan Indonesia Nasril Subakti dan Phaitoon Nna, Dokter Hewan Puskeswan Theresia Murni, serta Lembaga Sertifikasi Profesi Kesehatan Hewan Badan Nasional Sertifikasi Profesi Sugeng Dwi Hastono.

“Tentu saja kami harus banyak belajar. Para ahli ini punya pengalaman, tapi tentang lahan kering mereka belum punya, karena itu kita sharing saja. Suatu saat kami akan menjadi pusat pengetahuan untuk budidaya lahan kering,” pungkasnya.

Baca Juga:  Jenis Ayam Asli Indonesia yang Harganya Fantastis