Peluang Usaha Menjanjikan Budidaya Benih Ikan Gabus

0

Pertanianku – Sebagai negara kepulauan dan juga kaya akan perairan, banyak spesies ikan yang hidup di nusantara. Nah, salah satu spesies ikan asli Indonesia adalah ikan gabus.

Penyebutan nama ikan ini berbeda-beda di tiap daerah di Indonesia. Orang Jawa menyebutnya kutuk, di Riau disebut ikan bocek. Ada pula yang menyebut aruan, kocolan, bogo, bayong, kabos, dan sebagainya.

Ikan yang habitat aslinya ada di rawa-rawa ini sedang naik daun. Tak heran, bila budidaya ikan gabus kini sedang marak. Terlebih ikan ini termasuk ikan air tawar yang mudah dipelihara.

Di habitat aslinya, ikan ini bisa mengubur diri di lumpur apabila air sedang surut. Bahkan, ikan ini bisa melompat-lompat untuk mencari daerah yang banyak airnya. Ia mampu bernapas langsung beberapa saat di udara.

Ikan gabus merupakan salah satu komoditas perikanan yang banyak dibudidayakan. Hal ini karena permintaan pasar akan ikan gabus cukup tinggi. Selain itu, banyak orang mengonsumsi ikan gabus dengan alasan rasanya yang lezat dan ikan ini dipercaya memiliki manfaat yang sangat melimpah untuk kesehatan.

Karena keunggulannya tersebut, tak heran jika omzet yang diraup dari menjalankan usaha budidaya ikan gabus dapat mencapai puluhan juta rupiah per bulannya. Dengan kelebihannya itu, budidaya ikan ini tergolong cukup mudah.

Suhandi, salah seorang pembudidaya ikan gabus di Desa Sogan, Wates, Yogyakarta memulai usaha ini sejak 2009. “Saya hanya fokus budidaya bibit saja karena lahan terbatas,” terang pria yang bisa disapa Andi ini.

Kendati hanya fokus budidaya benih, omzet yang diperolehnya lumayan besar. Dalam sebulan, ia bisa mengantongi omzet Rp100 juta hanya dari pembibitan.

Omzet itu didapat dari rata-rata penjualan 100.000 ekor bibit berumur sebulan dengan harga Rp1.000 per ekor. “Kalau sedang langka dan banyak pesanan, saya kadang jual Rp1.500 per ekor,” terangnya

Ia mengaku, laba yang diperolehnya lumayan besar karena biaya pakan untuk pembibitan relatif kecil. Dalam sebulan ia hanya menghabiskan 1 kilogram (kg) pelet seharga Rp18.000. “Kan masih bibit jadi tidak perlu banyak makan. Kalau kebanyakan, kolamnya kotor dan ikan stres,” imbuhnya.

Pengeluaran lain paling biaya listrik untuk mengganti air. Itu pun tidak seberapa. Jumlah omzet di atas belum ditambah lagi dengan penghasilan menjadi tengkulak ikan gabus.

Ikan yang didapat dari para pebudidaya ia pasarkan ke restoran dan rumah sakit. “Ikan ini punya banyak khasiat. Jadi selama ini laris terus. Bahkan selalu saja ada yang antre,” tuturnya.

Salah satu khasiat ikan ini dipercaya bisa membantu menyembuhkan luka karena memiliki kandungan albumin yang tinggi.

loading...
loading...