Peluang Usaha Pakan Hijauan Sapi Hingga Puluhan Juta

Pertanianku — Sapi dan produk turunannya menjadi salah satu pangan hewani yang cukup digemari masyarakat Indonesia. Seiring banyaknya kebutuhan sapi, peternak sapi juga akan membutuhkan pakan untuk hewan ternak. Oleh karena itu, usaha pakan sapi menjadi peluang yang cukup menjanjikan.

usaha pakan sapi
Foto: pixabay

Salah satu aspek utama yang sangat penting bagi keberhasilan usaha peternakan sapi adalah ketersediaan pakan yang murah, bermutu baik, dan ketersediaannya mencukupi.

Pakan yang bermutu sangat penting bagi usaha peternakan. Sebab, pakan mengambil 70 persen dari total biaya produksi. Mutu dan besaran pakan akan memengaruhi energi yang tersimpan dalam bentuk daging. Pakan sapi terdiri atas konsentrat dan hijauan.

Peluang usaha pakan hijauan sapi terbuka lebar karena pakan hijauan selalu dibutuhkan dalam keadaan segar dan dalam jumlah besar. Terlebih bagi sapi potong pejantan dan indukan, konsumsi pakan hijauan mereka jauh lebih tinggi dibandingkan pakan konsentrat. Sapi potong indukan memerlukan 10 persen pakan hijauan dari berat tubuh dan sapi potong jantan memerlukan 25 persen pakan hijauan dari berat tubuh.

Salah satu pakan hijauan yang paling populer adalah rumput gajah Pennisetum purpureum. Rumput ini dapat tumbuh dengan ketinggian 3—4,5 meter. Produktivitasnya mencapai 100—200 ton per hektare dalam satu tahun.

Kandungan protein rumput gajah sebesar 8,4—11,4 persen, lemak 1,7—1,9 persen, serat kasar 29,5—33 persen, dan daya cerna 52 persen.

Jika satu hektare lahan ditanam dengan rumput gajah, akan menghasilkan 200 ton dalam setahun. Harga satu kilogram rumput gajah adalah Rp300. Dengan begitu, dalam satu hektare lahan dapat menghasilkan Rp60 juta selama setahun.

Selain rumput gajah, pakan hijauan sapi dari jenis rumput-rumputan lainnya adalah rumput raja (Pennisetum purpuroides) dengan produktivitas 40 ton per hektare dalam sekali panen. Rumput raja dalam setahun bisa menghasilkan 200—250 ton per hektare.

Rumput benggala, Panicum maximum, juga memiliki produktivitas yang cukup tinggi. Satu hektare lahan yang ditanami rumput benggala dapat menghasilkan 100—150 ton per tahun. Panen pertama dapat dilakukan setelah 2—3 bulan penanaman.

Rumput meksiko (Euchelena mexicana) dan rumput setaria (Setaria sphacelata) juga dapat dibudidayakan sebagai pakan hijauan bagi sapi.

Selain rumput, daun-daunan juga menjadi komoditas pakan hijauan sapi yang menjanjikan.

Keuntungan menanam pakan hijauan adalah manajemen pemeliharaan dan biaya produksi tanam yang relatif lebih rendah dibandingkan komoditas pertanian lainnya.

Loading...