Pemanfaatan Limbah Serai Wangi sebagai Pakan Sapi

Pertanianku — Pemanfaatan limbah serai wangi sebagai pakan sapi cukup menarik untuk dilakukan. Hal ini terkait dengan banyaknya limbah—tidak hanya limbah serai wangi, tetapi juga limbah pertanian lainnya—yang tidak bisa dimanfaatkan ulang. Sapi sendiri harus ditunjang dengan beragam jenis pakan agar pertumbuhannya tetap optimal.

serai wangi
foto: pixabay

Tanaman serai wangi biasa dimanfaatkan dan diambil daunnya untuk digunakan sebagai rempah dan bumbu penyedap masakan. Sayangnya, budidaya tanaman ini banyak menghasilkan limbah.

Limbah serai wangi yang digunakan sebagai pakan sapi merupakan salah satu solusi. Sapi perah ataupun sapi pedaging dapat mengonsumsi limbah ini karena dapat dicerna oleh hewan ruminansia tersebut. Limbah ini dapat diberikan langsung kepada sapi, atau dapat diolah menjadi hay atau silase terlebih dahulu.

Loading...

Cara membuat hay atau silase dengan menggunakan bahan limbah serai wangi ini cukup mudah. Langkah-langkah pembuatannya sebagai berikut.

Pertama, daun ini dijemur terlebih dahulu selama 1 hari. Tujuan penjemuran ini adalah agar limbah serai wangi menjadi layu. Berat bahan baku yang dibutuhkan kurang lebih sebanyak 700 kilogram.

Jika sudah layu, bahan baku kemudian diproses ke alat suling selama kurang lebih 2 jam. Limbah sisa penyulingan ini pun dijemur. Agar tidak banyak air dalam limbah, limbah dirajang atau dipotong sebanyak 3—4 bagian.

Pembuatan pakan sapi ini kemudian dilanjutkan dengan pencampuran silase atau tetes tebu. Tetes tebu disiramkan dengan sprayer atau embrat. Lakukan penyiraman secara merata.

Jika sudah, limbah kemudian dimasukkan ke kantong plastik. Anda dapat menggunakan wadah lain selama wadah tersebut tertutup dan kedap udara sehingga memungkinkan suasana anaerob. Wadah tidak boleh berhubungan dengan udara luar. Tujuannya adalah fermentase silase oleh mikroorganisme.

Baca Juga:  Meningkatkan Bobot Sapi dengan Biaya yang Lebih Hemat

Proses fermentasi dilakukan selama beberapa hari yakni 10—14 hari. Jika sudah, silase kemudian dibuka dan dikeluarkan. Periksa pada silase apakah terdapat jamur atau tidak. Bila tidak berjamur, silase sudah jadi dan masak. Begitu pula dengan aromanya. Silase yang baik memiliki aroma yang harum, cukup wangi, dan tidak apek. Silase ini pun siap dikonsumi ternak sapi.

Loading...
Loading...