Pemangkasan Belimbing yang Tidak Membuat Tanaman Merana

Pertanianku Pemangkasan tanaman belimbing menjadi bagian yang perlu Anda lakukan selama masa pemeliharaan tanaman. Perawatan ini dapat menjaga kondisi tanaman agar tetap mudah dipelihara dan produktivitas tanaman tetap terjaga. Pemotongan tersebut bisa menjaga sosoknya agar tidak tumbuh menjulang tinggi. 

pemangkasan tanaman belimbing
foto: pertanianku

Namun, pemangkasan tidak boleh dilakukan sembarangan karena bisa menyebabkan masalah baru. Oleh karena itu, Anda perlu tahu bagian mana saja yang perlu dipangkas dan cara pemangkasan yang benar. Berikut ini pemangkasan belimbing yang dapat Anda lakukan. 

Pemangkasan perawatan

Pemangkasan tanaman belimbing dilakukan dengan membuang tunas-tunas yang muncul terlalu rapat, tunas yang lemah sekali, dan cabang atau ranting yang sakit. Tunas air atau tunas liar harus segera dipangkas atau dibuang karena tunas tersebut bisa mematikan batang utamanya. Pemangkasan ini perlu dilakukan secara rutin agar tanaman bisa lebih cepat berbuah dan tingkat produktivitas tanaman tidak terganggu.

Pemangkasan tanaman yang tidak produktif

Tanaman belimbing yang sudah tua atau tidak produktif lagi juga harus dilakukan pemangkasan. Tanaman yang tidak produktif biasanya hanya menghasilkan buah yang sedikit dan ukurannya kecil-kecil. Pemangkasan ini sering disebut pemangkasan berat karena memotong semua cabang dengan gergaji tanaman. 

Pemangkasan ini dilakukan pada ketinggian 1,5–2 m di atas permukaan tanah sampai terlihat tonggak pohon belimbing. Setelah pemangkasan, berikan lisol atau karbol, lalu tutup dengan kantong plastik hitam. Perawatan ini berguna untuk mencegah terjadinya infeksi. 

Tanaman belimbing yang baru dipangkas perlu diberikan pupuk kandang atau kompos yang sudah matang sebanyak 10 kg/pohon.

Peremajaan tanaman

Pemangkasan berat juga bisa ditujukan untuk peremajaan tanaman. Peremajaan berguna untuk mengembalikan tingkat produktivitas kebun sehingga bisa menghasilkan kembali. 

Pemangkasan yang dilakukan untuk peremajaan sebaiknya dilakukan pada musim hujan sehingga tunas dari cabang atau batang yang dipangkas bisa segera tumbuh. 

Peremajaan tanaman juga bisa dilakukan dengan enten, yaitu menyambung tunas yang tumbuh dengan cabang entris. Peremajaan tanaman dengan enten caranya sama dengan membuat enten untuk bibit sambung.

Baca Juga:  Balitbangtan Kembangkan Aplikasi Pendeteksi Mutu Beras Berbasis Android