Pemangkasan Tanaman Anggur yang Tepat

Pertanianku — Salah satu perawatan yang perlu diberikan untuk tanaman anggur adalah pemangkasan atau pruning. Pemangkasan tanaman anggur memiliki banyak manfaat, mulai dari membentuk tanaman, memudahkan proses perawatan dan panen, serta mencegah tanaman terserang hama dan penyakit. Mengingat tanaman anggur bisa menjadi tanaman hias, sangat penting menjaga bentuk dari tanaman ini.

pemangkasan tanaman anggur
foto: Pertanianku

Pemangkasan untuk tanaman anggur ada dua bentuk, yaitu pemangkasan bentuk dan pemangkasan pembuahan. Pemangkasan bentuk bertujuan membuat tajuk pohon menjadi lebih rapi dan indah untuk dipandang. Pemangkasan pembuahan bertujuan mengatur pertumbuhan vegetatif anggur sehingga tanaman dapat lebih fokus untuk berfotosintesis dan menghasilkan buah yang bagus.

Selain pada batang pohon, pemangkasan juga dilakukan pada buah. Penjarangan pada buah dilakukan dengan tujuan agar buah yang tumbuh tidak terlalu banyak. Buah yang tumbuh terlalu banyak akan menyebabkan kompetisi antarbuah dalam mendapatkan nutrisi sehingga buah yang dihasilkan akan berukuran kecil dan tidak maksimal.

Buah yang terlalu rapat juga akan menimbulkan pergesekan antarbuah sehingga menimbulkan bekas di kulit buah. Hal ini akan berdampak pada harga buah yang menjadi turun karena penampilannya kurang menarik. Penjarangan buah dapat dilakukan setelah buah sebesar biji kedelai dengan cara dipetik.

Kriteria buah yang dipetik adalah buah yang memiliki ukuran terkecil. Penjarangan tahap pertama dapat dilakukan saat tanaman berumur 21 hari setelah tanaman mengeluarkan tunas dan kuncup bunga.

Selain pemangkasan tersebut, Anda juga perlu melakukan training, teknik pelatihan bentuk merangkai bagian-bagian tanaman secara spasial. Pelatihan bentuk tanaman berfungsi untuk mengembangkan struktur tanaman agar mampu mengoptimalkan pemanfaatan cahaya sehingga dapat meningkatkan produksi buah. Dengan kata lain, training dilakukan untuk mengoptimalkan proses fotosintesis.

Biasanya, orang-orang cenderung menggunakan teknik pembentukan satu batang utama. Hal ini dikarenakan metode ini lebih sederhana untuk dipraktikkan. Namun, pada wilayah yang memiliki musim dingin, pembentukan batang dilakukan dengan dua batang utama. Hal ini bertujuan apabila satu batang mati, masih ada batang yang lainnya yang mampu memberikan asupan nutrisi.